RADAR JOGJA – Potensi Erupsi Gunung Merapi turut menjadi catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman. Penyelanggaran pemungutan suara di wilayah terdampak radius bahaya tentu tak bisa berjalan normal. Khususnya di Dusun Kalitengah Lor Kalurahan Glagaharjo Kapanewon Cangkringan. Tercatat ada 1 TPS yang berada dalam radius tersebut.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi memastikan telah ada langkah antisipasi. TPS di Dusun Kalitengah Lor terpaksa turun. Warga dapat menyalurkan hak pilih di TPS terdekat dari barak pengungsian Glagaharjo.

“Skema yang kami pakai mengacu pada data milik BPPTKG. Setelah status Merapi jadi Siaga, radius bahaya jadi 5 kilometer dari puncak. Nah di radius itu ada 1 TPS,” jelasnya, Selasa (8/12).

Sejatinya berdasarkan data BPPTKG terdapat tiga dusun terdampak. Selain Kalitengah Lor adapula Kaliadem di Kalurahan Kepuharjo dan Pelemsari di Kalurahan Umbulharjo. Hanya saja dari ketiga wilayah tersebut hanya Kalitengah Lor yang masih terdapat penduduknya.

Berdasarkan koordinasi dengan Pemkab Sleman terdapat 400 jiwa di Dusun Kalitengah Lor. Sekitar 240 jiwa diantaranya telah mengungsi ke barak pengungsian. Para pengungsi didominasi oleh kelompok rentan.

“Jadi TPS akan disesuikan dengan kondisi pengungsi. Lokasi TPS direlokasi di pengungsian. Gabung dengan TPS milik warga sekitar barak pengungsian,” katanya.

Trapsi menambahkan, penerapan skema relokasi,  telah melalui kajian. Pertimbangan utama adalah keamanan dan kenyamanan warga Kalitengah Lor. Terutama yang telah berada di barak pengungsian. Sehingga tidak perlu kembali ke Kalitengah Lor untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Sehingga tidak bolak balik, pemilih yang dari atas (Kalitengah Lor) turun bawah (Balai Desa Glagaharjo).  Skemanya seperti itu,” tambahnya. (dwi/sky)

Sleman