RADAR JOGJA – Dua tersangka dugaan pengeroyokan di Warmindo di Jalan Kaliurang Km 13, Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik pada Jumat (4/12) dini hari ditangkap aparat Reskrim Polsek Ngaglik. Penganiayaan terjadi lantaran tersangka merasa tersinggung karena ditertawakan oleh korban saat tersandung kursi.

Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi menjelaskan, kedua tersangka berinisial BY, 21, dan DN, 27, warga Condongcatur, Depok. Keduanya ditangkap pada Sabtu (5/12). Sebelumnya, upaya arapat menangkap tersangka di kediamannya tidak membuahkan hasil. Mereka dibekuk satu hari setelah kejadian.

Peristiwa dugaan penganiayaan dan pengeroyokan bermula saat kedua tersangka datang ke Warmindo untuk memesan minuman. Saat akan keluar dari warung, pelaku DN tersandung kursi yang diduduki korban. Melihat hal tersebut, korban tertawa.

Korban bernama Barep, 24, warga Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. “Tersangka tersinggung dan langsung memukul korban dengan tangan kosong dan sapu,” kata Tri Senin (7/12).

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menuturkan tidak hanya BY yang menganiaya korban. Tersangka DN juga memukul korban menggunakan kursi. “Sempat mau memukul pakai botol minum tapi tidak jadi,” kata Yuli.
Setelah menganiaya korban, keduanya langsung meninggalkan warmindo. Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka di kepala bagian belakang dan menerima tujuh jahitan.

”Penangkapan pelaku tergolong mudah karena tidak hanya mengandalkan kesaksian korban. Namun juga karena adanya CCTV di warung tersebut,” jelasnya.

Selain menangkap tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan tersangka saat kejadian. Beserta motor matik milik BY, kursi serta sapu bergagang yang digunakan untuk menganiaya korban. ”Kedua tersangka terancam dikenakan pasal 170, 363 KUH Pidana,” jelasnya. (eno/bah)

Sleman