RADAR JOGJA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) Republik Indonesia telah mengeluarkan pedoman bagi penyelenggraan suatu acara. Pedoman itu dinilai sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

Pedoman tersebut yang harus diterapkan pada setiap penyelenggaraan acara adalah, CHSE (cleanliness, health, safety dan environmental sustainability). Adapun Kemenparekraf telah dua kali melakukan simulasi mengenai CHSE tersebut. Salah satunya di Jogjakarya yang dilaksanakan di D’Monaco, Sleman pada Rabu (2/12) malam.

Pada simulasi dan sosialisasi acara di era normal baru, baik penyelenggara, pengisi acara hingga tamu yang datang harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Seperti harus rapid test terlebih dahulu, peniadaan transaksi tunai, hingga penyediaan tempat cuci tangan di banyak tempat di lokasi. Serta penggunaan masker yang sangat ditekankan.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo menekankan bagaimana pentingnya CHSE di dunia pariwisata. Penegakan protokol kesehatan yang ketat dalam CHSE menjadi mutlak dan modal penting untuk membuat wisatawan percaya.

Menurutnya masa pandemi ini, yang bisa menjamin kenyamanan wisatawan atau pengunjung event adalah penerapan protokol kesehatan secara konsisten. ”Maka jangan sampai protokol kesehatan ini kendor,” kata Singgih.

Dikatakan, CHSE sendiri layaknya buku pedoman. Isinya tak kurang dari 70 halaman. Jika ingin menyelenggarakan acara, para penyelenggara event harus memenuhi semua syarat yang ada di CHSE itu.

Sementara Plt Direktur Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf RI Edy Wardoyo menjelaskan, Kemenparekraf sudah bertemu dengan pihak-pihak terkait untuk menyusun panduan menggelar event. ”Handbook ini dibuat agar para penyelenggara bisa membuat event yang asik, sehat, aman, dan berorientasi pada lingkungan,” ucap Edy Wardoyo selaku.

Lulut Wahyudi dari Kustomfest mengapresiasi adanya buku panduan tersebut. Namun, pihaknya juga meminta adanya jaminan dari pemerintah agar setiap acara yang sedang berlangsung tidak dihentikan secara tiba-tiba. ”Jika semua syarat sudah dipenuhi dan acara sedang berjalan ya jangan tiba-tiba disetop,” katanya. (kur/bah)

Sleman