RADAR JOGJA –┬áMomentum libur panjang adalah angin segar bagi sektor perekonomian. Namun apabila tak dikelola dengan baik akan berdampak pada lonjakan kasus Covid-19. Imbasnya adalah peningkatan kasus memasuki awal 2021.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemprov DIJ Biwara Yuswantana berharap pelaku usaha bijak menyikapi libur panjang akhir tahun. Berdasarkan catatan bulan sebelumnya sempat terjadi lonjakan kasus. Tepatnya setelah libur panjang akhir Oktober.

“Ini memang momentum kebangkitan ekonomi dari sisi wisata, tetapi ini ada konsekuensinya. Kalau tak dikelola dengan baik, angka kasusnya (Covid-19) bisa meningkat,” jelasnya ditemui di Balai Kalurahan Glagaharjo Cangkringan Sleman, Jumat (4/12).

Pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana BPBD DIJ ini meminta adanya kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Menurutnya, ini adalah satu-satunya kunci meminimalisir sebaran Covid-19. Tentunya perlu keterlibatan aktif semua pihak.

Dia meminta para pelaku usaha melaksanakan prokes secara tegas. Baik kepada internal unit usaha maupun warga pengunjung fasilitas usaha. Tujuannya agar tak muncul kasus bahkan klaster dari liburan akhir tahun.

“Kuncinya cuma itu, kalau tidak, akan menjadi kerugian bagi image pariwista di Jogjakarta. Agar disiapkan semaksimal mungkin,” pesannya.

Terkait sanksi, pihaknya mengacu pada Peraturan Gubernur DIJ Nomor 77 Tahun 2020. Berupa sanksi bagi pelanggar perorangan maupun unit usaha. Tentunya disesuaikan dengan jenis pelanggaran prokes.

“Ini jadi momentum bagi penegakan hukum saat libur akhir tahun. Perorangan sanksinya sosial, kalau tempat usaha bisa dihentikan atau tutup sementara. Kalau melanggar harus ada sanksi,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo berharap masyarakat tak menggebu-gebu menyambut libur akhir tahun. Tetap ketat dalam penerapan prokes Covid-19. Bahkan untuk tetap di rumah dan tidak berlibur dengan perjalanan lintas wilayah.

Walau durasi libur akhir tahun telah direvisi, menurutnya, potensi sebaran Covid-19 masih cukup tinggi. Terlebih jika masing-masing individu tidak menerapkan prokes. Baik dalam lingkup keluarga maupun saat berada dalam kerumunan.

“Libur akhir tahun memang tinggal 11 hari, dikurangi 3 hari dari awalnya 14 hari. Kalau (prokes Covid-19) tak dikawal maka pertengahan Januari meledak,” katanya.(dwi/sky)

Sleman