RADAR JOGJA – Jajaran Polda DIJ telah menyiapkan skenario khusus penyelenggaraan pemilu. Berupa respon apabila terjadi erupsi Gunung Merapi. Tercatat ada tiga skenario yang disiapkan. Seluruhnya berdasarkan radius jarak aman dihitung dari puncak Gunung Merapi.

Skenario 1 berjarak jangkauan 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Skenario kedua berjarak 7 kilometer. Sementara skenario terakhir atau skenario 3 berjarak 10 kilometer.

“Pertimbangannya kondisi Merapi seperti itu. Beberapa skenario yang disiapkan atas kesepakatan pemerintah dan penyelenggara pilkada. Kami menyesuaikan dengan skenario yang ada,” jelas Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto, ditemui di Mapolda DIJ, Kamis (3/12).

Berdasarkan skenario tersebut ada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) terdampak. Mulai dari Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Turi dan Kapanewon Pakem. Seluruhnya memiliki zona berbahaya terdampak erupsi Gunung Merapi.

Untuk wilayah Cangkringan terdapat 1 TPS berjarak 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Untuk jarak 7 kilometer terdapat 5 TPS. Skenario dengan jarak 10 kilometer terdapat 18 TPS.

Wilayah Kapanewon Pakem, TPS terdampak hanya di radius 10 kilometer. Ini karena tak ada TPS di jarak radius 5 kilometer dan 7 kilometer. Untuk radius 10 kilometer terdapat 16 TPS.

Kapanewon Turi tercatat tidak ada TPS beradius 5 kilometer. Sementara untuk radius 7 kilometer terdapat 5 TPS. Lalu ada 13 TPS yang berjarak 10 Kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Skenarionya dipindah atau digeser tapi kami belum tahu kemana. Itu kewenangannya nanti di penyelenggara pemilu. Kami sifatnya mengikuti saja,” katanya.(dwi/sky)

Sleman