RADAR JOGJA-Menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, Polda DIJ melakukan uji rapid diagnostic test (RDT) sebagai antisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), bagi seluruh personel yang ditugaskan untuk pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ada sebanyak 665 personil yang akan bertugas di 3 kabupaten yakni Sleman, Bantul dan Gunungkidul untuk pengamanan Pilkada serentak di wilayah  DIJ.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menuturkan pemeriksaan kesehatan bersifat wajib. Untuk menjamin pelaksanaan Pilkada berlangsung sehat dan nyaman. Setelahnya ratusan personel gabungan ini akan diperbantukan sebagai pengamanan Pilkada Sleman, Bantul dan Gunungkidul.

“Hari ini pemeriksaan kesehatan untuk personel yang bertugas ke Gunungkidul. Hasilnya semuanya sehat. Besok masih ada pemeriksaan rapid tes untuk personel yang bertugas di Sleman dan Bantul,” jelasnya ditemui di sela-sela uji RDT di halaman Mapolda DIJ, Kamis (3/12).

Yuliyanto memastikan adanya pergantian personel. Skema ini ditempuh apabila ditemukan hasil reaktif terhadap uji RDT. Pihaknya memastikan jumlah personel yang bersiaga tetap mencukupi.

“Kalau ada yang reaktif akan diganti secepatnya. Tetap siap dengan pasukan yang ada. Jumlahnya sekian (ratusan) karena memang dari Polres minta sejumlah sekian,” katanya.

Terkait jumlah, wilayah Kabupaten Gunungkidul mendapatkan bantuan pasukan terbanyak. Tercatat Polda DIJ memperbantukan sekitar 396 personel. Terdiri dari 90 personel Brimob dan 306 bagian staf.

Banyaknya penambahan pasukan di Gunungkidul memiliki alasan tersendiri. Perwira menengah tiga melati ini menuturkan adanya kekurangan personel di Polres Gunungkidul. Khususnya untuk penjagaan di tempat pemungutan suara (TPS). Alhasil kekurangan ditutupi dengan turunnya ratusan pasukan bantuan dari Polda DIJ.

“Polres Sleman dan Bantul hanya perbantuan pasukan saja. Polres Sleman sebanyak 60 personel Brimob dan 30 personel Samapta. Kalau Bantul sebanyak 90 personel Brimob dan 60 personel Samapta,” ujarnya.

Selama bertugas, Polda DIJ akan membekali personelnya dengan alat pelindung diri (APD). Berupa sarung tangan, face Shield, hand sanitizer hingga masker. Terkait pembekalan seragam hazmat dinilai belum perlu.

“Nanti selepasnya bertugas akan diperiksa kembali kesehatannya. Selama ini pemeriksaan kesehatan sudah secara kontinyu dengan rapid tes,” katanya.(Dwi/sky)

Sleman