RADAR JOGJA – Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman 2020 di wilayah rawan bencana erupsi Gunung Merapi akan dipindahkan. TPS itu berada di wilayah Kalitengah Lor yang masuk dalam radius bahaya 5 Kilometer dari Merapi.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, pengambilan suara dalam Pilkada Sleman tidak akan dilaksanakan di wilayah yang tidak aman. Salah satunya adalah Padukuhan Kalitengah Lor, yang saat ini sudah ada masyarakat dari kelompok rentan yang mengungsi di Glagaharjo. Oleh karena itu, ada kemungkinan TPS akan dipindahkan ke barak pengungsian.

TPS di barak pengungsian masih dipersiapkan. Saat ini, KPU Sleman sedang mengajukan permohonan izin kepada KPU RI. Untuk payung hukum terkait pemindahan TPS yang ada di wilayah atas ke daerah yang aman. “Yang jelas kami tidak akan menyelenggarakan Pilkada di daerah yang tidak aman,” jelas SP Senin (30/11).

SP menambahkan, pihaknya akan menyelenggarakan Pilkada dengan sebaik-baiknya. Pihaknya akan memastikan seluruh warga Sleman yang memiliki hak pilih dapat menyalurkan haknya. Termasuk pasien yang berada di rumah sakit dan di barak pengungsian.

Sementara itu, Ketua (KPU) Sleman Trapsi Haryadi menuturkan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, sera panitia pemilihan kecamatan (PPK). Serta konsultasi yang dilakukan dengan KPU RI melalui KPU DIJ. “Tetapi sampai hari ini belum ada hasil dari konsultasi tersebut,” kata Trapsi. (eno/din)

Sleman