RADAR JOGJA – Dua dari 19.125 orang KPPS dan petugas ketertiban di tiap TPS di Sleman dinyatakan positif Covid-19. Meskipun begitu, KPU Sleman menjamin pelaksanaan pilkada tetap aman.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Trapsi Haryadi menhelaskan, dua petugas yang dinyatakan positif diminta untuk tidak mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan tahapan lainnya. Sebelumnya, hasil rapid test dari ketua petugas adalah reaktif. Kemudian ditindaklanjuti oleh Gugus Tugas untuk dilakukan swab test.

Pelaksanaan uji rapid test yang diadakan KPU Sleman demi menjamin Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas ketertiban bebas dari Covid-19. Sehingga para pemilih mendapat jaminan rasa aman ketika berada di TPS. “Dua yang positif dari Kapanewon Prambanan,” jelas Trapsi Senin (30/11).

Saat ini, lanjut Trapsi, dua orang yang dinyatakan positif langsung dilakukan pergantian. Hal ini karena yang bersangkutan harus menjalani perawatan medis. Meskipun ada yang positif Covid-19, Trapsi mengaku hal ini tidak akan mengganggu tahapan Pilkada. Untuk lebih meyakinkan masyarakat terkait rasa aman, KPU Sleman juga menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi KPPS dan petugas ketertiban yang ada.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menuturkan, pihaknya siap membantu KPU Sleman dalam melakukan rapid test bagi KPPS dan petugas ketertiban TPS. Mengingat, Pilkada adalah program nasional sehingga perlu didukung.

Saat rapid test dilakukan, lanjut Joko, pihaknya siap melalukan swab bagi petugas yang reaktif. Hanya saja, pihaknya harus melihat apakah petugas tersebut reaktif IgG (Imunoglobulin G) atau IgM (Imunoglobulin M). Jika reaktif IgG, artinya petugas pernah terpapar Covid-19 tetapi sudah lama dan tidak perlu dilakukan swab. “Berbeda dengan IgM yang artinya terpaparnya baru saja. Sehingga harus dilakukan swab,” kata Joko. (eno/pra)

Sleman