RADAR JOGJA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Trapsi Haryadi mengumumkan adanya dua petugas KPPS terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terlacaknya kasus terkonfirmasi pasca pemeriksaan kesehatan secara masal. Pemeriksaan ini menyasar 19.125 petugas KPPS dan petugas ketertiban yang akan bertugas.

Trapsi menuturkan, pemeriksaan medis Covid-19 adalah syarat wajib. Belasan ribu personel terlebih dahulu menjalani uji rapid diagnostic test (RDT). Dari pemeriksaan tersebut didapati hasil reaktif. Hingga berlanjut dengan uji swab PCR dan hasilnya 2 petugas KPPS terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sudah menjalani rawat inap isolasi untuk yang positif. Sementara yang reaktif kami data. Prinsipnya kalau reaktif tidak diperkenankan ikut bimtek dan kegiatan lain hingga hasil swab keluar,” tegasnya, Selasa (1/12).

Kedua petugas KPPS, lanjutnya, akan diganti oleh petugas yang lebih sehat. Kebijakan ini sebagai wujud antisipasi persebaran Covid-19. Selain itu juga memberi rasa aman dan nyaman kepada calon pemilih.

Uji medis swab PCR kepada personel KPPS berlangsung hingga kemarin (30/11). Penyelenggaraan di setiap kantor kalurahan dan puskemas setempat. Tujuannya adalah menghindari kerumunan pada saat uji RDT.

“Iya kami lakukan pergantian petugas KPPS. Para pemilih tidak perlu khawatir akan terpapar Covid-19 di TPS. Kami memastikan KPPS yang bertugas bebas dari Covid-19,” katanya.

Langkah antisipasi juga dilakukan oleh KPU Sleman. Berupa penyediaan alat pelindung diri (APD). Terdiri dari sarung tangan karet dan pelindung muka atau face shield. KPU Sleman juga akan menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir. Adapula hand sanitizer hingga disinfeksi rutin. Setiap pemiluh juga diberikan sarung tangan sekali pakai dan masker.

“Kami pastikan protokol kesehatan di setiap TPS berlangsung ketat dan disiplin. Tak hanya buat petugas KPPS-nya tapi semua termasuk pemilih yang datang,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo memastikan jajarannya siap membantu. Berupa penyelenggaraan uji RDT bagi petugas KPPS dan petugas ketertiban TPS. Termasuk uji swab PCR apabila ditemukan hasil reaktif.

Terkait metode, Joko memiliki acuan tersendiri. Salah satunya adalah reaktif Imunoglobulin G (IgG) atau Imunoglobulin M (IgM). Masing-masing Imunoglobulin memiliki riwayat medis yang berbeda.

“Kalau reaktif IgG bisa diartikan pernah terpapar Covid-19 tetapi sudah lama. Tidak perlu dilakukan swab. Berbeda dengan IgM, terpaparnya baru saja sehingga harus dilakukan swab,” katanya. (dwi/ila)

Sleman