RADAR JOGJA – Pemeriksaan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehaan Terpadu (Posyandu) diperketat. Penimbangan terhadap bayi di bawah lima tahun (balita) tidak lagi menggunakan timbangan gantung. Hal itu untuk menghindari persebaran Covid-19.

Ketua Posyandu Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman Rokhimi menyebut, pelayanan Posyandu baik balita maupun lansia dilakukan sangat hati-hati. Mulai dari cara pemeriksaan, pada saat menimbang, semua harus sesuai protokol kesehatan Covid-19. Khususnya pada bayi ataupun balita.

Pengukuran berat badan pada bayi usia nol hingga dua tahun masih menggunakan timbangan meja. Namun, untuk usia di atas dua hingga lima tahun menggunakan timbangan digital model injak. Setelah dilakukan penimbangan, harus disinfeksi desinfektan.

Petugas harus mengenakan pakaian lengkap sesuai standard. Yakni memakai sapu tangan, masker, dan faceshield. Demikian juga denga orangtua. Kader-kader pelayananan pun dipisahkan antara balita dan lansia. “Sementara ada 70 balita yang terdata. Namun, perkembangannya terus mengalami peningkatan,” katanya. Disebutkan, banyak bayi maupun balita yang belum terdaftar. Sebab, banyaknya warga pendatang di daerah tersebut.

Pemberian gizi pada balita pun juga semakin diperketat. Makanan empat sehat lima sempurna, dibungkus langsung. Makanan bersifat alami tidak instan.”Imunisasi tetap dilakukan. Tapi oleh puskesmas,” bebernya.

Dia mengungkapkan, pelayanan Posyandu mulai dilakukan pada Juli lalu. Setelah diliburkan tiga bulan sejak Maret lalu. Protokol ini semakin diperketat mengingat adanya peningkatan kasus trekonfirmasi Covid-19 tanpa gejala.(mel/din)

Sleman