RADAR JOGJA – Mulai Desember 2020 Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman konsentrasi dalam pengamanan pengelolaan air minum di era pandemic Covid-19 masa new normal. Ini sebagaimana instruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka menjamin keamanan air minum masyarakat.

Direktur PDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata SE MM mengatakan, sejauh ini kualitas air minum yang dikelola dijamin keamanannya. Telah memenuhi standar kesehatan yang diterapkan Kementerian Kesehatan. Meski sudah berstandar kesehatan, kata Dwi, syarat pengamanan air minum diperkuat lagi dengan protokol pencegahan Covid-19. “Untuk itu kami akan menyusun rencana pengamanan air minum (RPAM) di era pandemi Covid-19,” tuturnya.

RPAM disusun untuk mengidentifikasi beberapa hal. Di antaranya: semua bahaya yang akan mengakibatkan pasokan air terpapar (Covid-19) dan tingkat risiko yang terkait dengan masing-masing bahaya tersebut. Lantas bagaimana setiap bahaya akan dikendalikan dan pemantauan cara pengendaliannya. Bagaimana operator dapat mengetahui jika terjadi hilang kendali dan tindakan apa yang diperlukan untuk memulihkan pengendaliannya. Kemudian, bagaimana evektifitas seluruh sistem dapat diverifikasi.

Dwi mengatakan, RPAM sebagai payung program bertujuan mencegah kontaminasi Covid-19 pada sumber air. Menerapkan pengolahan air baku terkontiminasi sesuai prosedur operasi. Menjaga kualitas air selama penyimpanan di reservoir, pipa distribusi, hingga konsumen. Serta komitmen dari pemangku jabatan dalam perubahan pelaksanaan pekerjaan. “RPAM kami susun dari hulu ke hilir demi masyarakat. Baik kualitas produksi airnya maupun layanannya. Karena pengamanan air minum memang sangat vital,” ujar Dwi.

Terkait perubahan pelaksanan pekerjaan, Dwi mencontohkan cara kerja ruang produksi. Di masa new normal ini seluruh karyawan produksi harus melaksanakan prinsip kesehatan 3 M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Serta menjaga sterilisasi ruang produksi.

PDAM Tirta Sembada telah membentuk tim teknis dan non teknis untuk merumuskan RPAM tersebut. Di sisi lain, tim tetap difokuskan untuk penyempurnaan sarana produksi. Dari intake sampai instalasi pengolahan. Sekaligus memperhitungkan manajemen risiko produksi. “Rencana ini sampai akhir Desember. Lanjut tahap jaringan. Kemudian masuk pelayanan pada April 2021,” paparnya.

Dwi menegaskan, inti pelaksanaan RPAM adalah komitmen bersama semua pihak, termasuk masyarakat, untuk  mencegah sumber air baku dari paparan Covid-19. Sehingga produksi air PDAM tetap sehat dan berkualitas untuk dikonsumsi.(*/yog)

Sleman