RADAR JOGJA – Pasar Tradisional Majapahit di Dusun Karanggeneng, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman resmi dibuka, kemarin (29/11). Gelaran pentas kesenian hingga lapak kuliner disajikan. Antusias pengunjung yang datang diluar prediksi.

Konseptor Pasar Tradisional Majapahit Naryono mengatakan, pasar ini dibangun di area lahan seluas 5.000 meter. Ke depannya akan diperluas. Pasar berdiri di atas tanah pribadi warga. Pasar dikelola satu RT 02 RW 5. Terdiri sekitar 25 lapak pedagang. Ada yang menjajakan, jajanan pasar Jawa, jadah, dawet, dan lain-lain hingga juga ada makanan yang sulit ditemui di pasar sekarang. “Diharapkan ke depan berjalan baik dan akan menumbuhkan tingkat perekonomian warga,” tuturnya di sela peresmian Minggu (29/11).

Ke depan, lokasi ini juga akan dikembangkan menjadi wisata edukasi berbau permainan tradisional. Selain itu juga akan dilakukan optimalisasi program kegiatan agar selalu memberikan nafas baru dalam mendongkrak kunjungan wisata.

Ketua Pengelola Pasar Tradisional Majapahit Isminar mengatakan, jumlah pengunjung hampir lima kali lipat dari prediksi. Itu dilihat dari peeputaran pendapatan tarik parkir dan berdasarkan perolehan koin di lapak pedagang. Yakni Rp 2 juta lebih saat uji coba pekan lalu. “Nah, peresmian ini mencapai Rp 11 juta,” sebutnya. Jika pekan lalu pengunjung sekitar 200 orang, kini lebih. Mayoritas pengunjung, masih sama. Warga lokal.

Menurut dia, meski diterpa isu erupsi Gunung Merapi dan Covid-19, namun, niat warga tak surut untuk menghidupkan pariwisata sekitar. Mereka tetap melaksanakan protokol kesehatan sebagai yang diinstruksikan Pemerintah. Tak pelak kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Warga sekitar juga pejabat Pemerintahan Kabupaten Sleman. “Saling berkoordinasi dan nersinergi,” katanya.

Pasar tersebut itu diresmikan oleh Panewu Cangkringan Suparmono. Menurutnya, potensi ini akan terus di dorong sebab menjadi salah satu sektor penopang ekonomi terutama untuk warga Cangkringan. Sebagaimana mayoritas warga bergerak di bidang pariwisata.

“Keragaman obyek menjadi hal penting agar sektor ini terus menggeliat,” tutur Pram, sapaannya.

Nah, atas keragaman obyek inilaj sehingga diupayakan di wilayah yang jauh dari Merapi. Pasar ini diharapkan menjadi salah satu obyek alternatif yang diharapkan ke depan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bidang wisata di Desa Umbulharjo. “Pemerintah Kalurahan dan Kapanewon akan selalu mendukung kegiatan seperti ini,” paparnya. (mel/pra)

Sleman