RADAR JOGJA – Sekretaris Daerah Pemkab Sleman Harda Kiswaya memastikan proses pendidikan di pondok pesantren di Kapanewon Gamping tak terhenti. Walau angka kasus terus bertambah, namun tak ada penutupan. Lembaga pendidikan tetap beroperasi dengan sejumlah catatan.

Harda beranggapan sebaran kasus masih terkendali dan penularan tidak terjadi hingga luar lingkungan ponpes. Itulah mengapa Pemkab Sleman tidak menutup kegiatan belajar mengajar di institusi pendidikan tersebut.

“Kalau menghentikan proses pendidikannya itu kan sepanjang tidak bisa kami lokalisir,” jelasnya ditemui di Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (26/11).

Walau begitu pihaknya tetap berkomunikasi intens. Tak hanya kepada pengelola ponpes tapi juga Kantor Kemenag Kabupaten Sleman. Kaitannya adalah penerapan kebijakan pasca munculnya kasus Covid-19.

Munculnya kasus dalam lingkungan ponpes bukan kali ini terjadi. Beberapa bulan lalu kasus serupa muncul di 3 ponpes. Terbanyak adalah ponpes di wilayah Kapanewon Ngaglik.

“Waktu lalu di pondok itu seperti itu sebetulnya. Sudah kami tekankan agar tidak terulang. Sudah koordinasi dengan Kemenag,” katanya. 

Prosedur yang berlaku serupa dengan penanganan ponpes di Kapanewon Ngaglik. Setiap santri yang positif diminta menjalani isolasi mandiri. Memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh institusi pendidikan tersebut.

Dia menjamin ketersediaan ruang isolasi mandiri. Awalnya dua fasilitas di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang sempat penuh. Hanya saja kondisinya berubah pasca kesembuhan puluhan pasien Covid-19.

“Kami besok pagi menyelesaikan MoU (perjanjian) dengan Universitas Aisyiyah (Unisa). Bisa menggunakan fasilitas gedungnya untuk isolasi mandiri,” ujarnya.

Harda enggan menjelaskan lebih detil awal mula kasus. Hanya saja dia tak menampik ada kelemahan protokol kesehatan Covid-19. Terbukti penularan terjadi secara intens. Hingga memunculkan total 78 kasus.

Walau begitu munculnya kasus kembali menjadi catatan penting. Pihaknya meminta instansi terkait mengetatkan prokes. Terutama kepada lembaga atau organisasi dengan potensi mendatangkan massa. 

“Ini yang perlu terus ditekan agar orang yang masuk Sleman untuk menetap  harus betul-betul dideteksi kesehatannya. Mendisiplinkan prokes itu penting,” tegasnya. (dwi/tif)

Sleman