RADAR JOGJA – KPU Sleman menemukan 1.503 surat suara untuk Pilkada Sleman 2020 rusak. Padahal pada 7-8 Desember lagi, surat suara dan logistik pilkada lainnya akan mulai didistribusikan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan, pihaknya menerima sebanyak 815.791 surat suara. Dalam proses sortir dan lipat, ditemukan 1.503 surat suara yang rusak Rabu (25/11). Kerusakan tersebut berupa bagian kertas terpotong hingga pencetakan yang tidak sempurna. “Ada yang warnanya tidak merah tapi lebih ke oranye. Ada yang sobek ada yang dipotong tidak presisi,” kata Trapsi.

Meskipun demikian, Trapsi mengaku kerusakan yang ada masih bisa dilakukan penukaran ke percetakan. Trapsi optomis, banyaknya surat suara yang rusak tidak akan mempengaruhi jadwal tahapan pilkada. Mengingat pencetakan ulang dan melipat surat suara tidak memerlukan waktu yang lama. “Dari skema untuk pengelolaan logistik sudah masuk dalam tata kelola dan semuanya aman dan siap kita sampaikan ke TPS sesui jadwal yanh ada,” lanjutnya.

Proses lipat dan sortir, kata Trapsi, ditargetkan selesai dalam waktu 4 hari. Dalam hal ini, kurang lebih 153 orang terlibat dalam sortir dan lipat. Hingga saat ini, sudah ada 250 ribu surat suara yang tersortir dan terlipat. “Sortir dan lipat sudah dimulai sejak Selasa (24/11),” jelas Trapsi.

Sedang saat ini, sebagian besar logistik untuk Pilkada Sleman 2020 sudah berada di gudang KPU. Nantinya, logistik akan mulai didistribusikan pada 7-8 Desember. Trapsi menjelaskan, logistik yang sudah ada seperti kotak suara, tinta, formulir, serta surat suara. Selain itu, perlengkapan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat, hand sanitizer, sarung tangan plastik, masker kain juga sudah tersedia di gudang KPU Sleman.

Trapsi mengaku, jika proses distribusi ke Kalurahan, akan mulai dilakukan pada 7 Desember. Untuk selanjutnya akan dibawa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berkaitan dengan hal tersebut, Trapsi mengaku akan melakukan koordinasi dengan pemangku setempat dalam hal pengamanan. “Dengan Bawaslu, gugus tugas, dengan PPK dan PPS,” jelasnya.

Terpisah, Kabag Pemerintahan Setda Sleman Samsul Bakri menuturkan, pendistribusian logistik Pilkada Sleman 2020 dipastikan selesai sesuai jadwal. Sehingga pada 9 Desember mendatang, Pilkada serentak bisa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.

Dilaksanakan di masa pandemi, Samsul menegaskan agar seluruh petugas Pilkada dan masyarakat nantinya bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut juga dilakukan untuk membangun kepercayaan di masyarakat bahwa Pilkada akan berjalan aman di masa pandemi. “Petugas dites kesehatan, penggunaan tinta celup tidak lagi digunakan, serta sarana pra sarana penunjang protokol kesehatan sudah dipenuhi,” kata Samsul.

Disinggung terkait TPS di Kalitengah Lor, Samsul mengaku saat ini masih dilakukan pembahasan. Ada kemungkinan, jika nantinya TPS akan didirikan di barak pengungsian. Mengingat adanya masyarakat rentan yang sudah berada di pengungaian. Pendirian TPS juga akan melihat perkembangan aktivitas Merapi. “Jika semakin aktif, maka lebih baik masyarakat Kalitengah Lor yang turun ke TPS di barak pengungsian,” lanjutnya. (eno/pra)

Sleman