RADAR JOGJA – Sebanyak 1.503 surat suara dari total 815.791 surat suara Pilkada Sleman dilaporkan rusak. Detil kerusakan mulai dari sobek hingga pudarnya warna cetakan kertas. Kerusakan telah didata dan dilaporkan ke pihak penyedia.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi memastikan surat suara yang rusak akan diganti. Sementara surat suara yang rusak akan didata untuk kemudian dimusnahkan.

“Kerusakan variatif ada yang mengkeret, ada yang sebagian sisi tidak tercetak, ada yang warnanya tidak merah tapi lebih ke orang. Ada yang sobek, ada yang dipotong tidak presisi,” jelasnya, Rabu (25/11).

Pengganti surat suara rusak, lanjutnya, menjadi tanggung jawab penyedia. Ini karena sudah tercantum dalam kontrak pihak penyedia. Seluruh surat suara yang rusak akan diganti dengan yang baru.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak penyedia. Fokusnya adalah penggantian surat suara secepat mungkin. Trapsi memastikan pihak penyedia tetap bertanggungjawab, karena bagian dari perjanjian.

Trapsi menjamin kerusakan surat suara tak berdampak pada proses pemilu. Proses pemungutan suara tetak berlangsung sesuai jadwal. Ini karena kerusakan surat suara telah masuk dalam skema persiapan penyelenggaraan pemilu.

“Dari skema untuk pengelolaan logistik sudah masuk dalam tata kelola dan semuanya aman dan siap kami sampaikan ke TPS sesuai jadwal yang ada,” katanya.

Pasca penyortiran, tahapan selanjutnya adalah melipat surat suara. KPU Sleman menargetkan tahapan ini rampung dalam 4 hari kedepan. Walau begitu pengecekan detil surat suara tetap berlangsung.

Dalam tahapan ini, KPU Sleman melibatkan 153 personel. Targetnya per orang dapat melipat sebanyak 1.500 surat suara setiap harinya. Hingga saat ini setidaknya sudah 250 ribu surat suara yang terlipat.

“Tenaga pelipat surat suara itu masyarakat kabupaten Sleman. Sehari bisa dapat 250 ribu lembar,” ujarnya.

Upah bagi pelipat surat suara cenderung variatif. Tergantung dari banyak tidaknya melipat kertas surat suara. Walau begitu, Trapi memastikan upah tetap layak dan sepadan.

“Terkait fee (upah) kami samakan dengan kabupaten yang lain, variatif ya. Kami memastikan bahwa ini layak untuk masyarakat. Target rampung Jumat depan,” katanya. (dwi/tif)

Sleman