RADAR JOGJA – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Pujiati merespon permintaan warga dan Panewu Cangkringan terkait mencari rumput pakan ternak di wilayah radius kurang dari 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Dia tak mempermasalahkan, namun meminta ada pengawasan khusus terhadap perumput. Apabila ingin naik harus meninggalkan identitas. Sehingga seluruh mobilisasi warga bisa terawasi. Terlebih jika aktivitas vulkanik Gunung Merapi meningkat sewaktu-waktu.

“Mereka bisa ambil rumput tapi jangan jauh-jauh, lalu dikasih tanda pengenal. Saat naik ke atas, khususnya radius 5 kilometer, tanda pengenal diserahkan,” jelasnya, Jumat (20/11).

Pihaknya siap dilibatkan dalam kegiatan rutin warga ini. Dia mencontohkan skema yang diusung oleh warga Desa Ngrakah, Selo Boyolali. Untuk mengambil rumput dilakukan secara kolektif. Memanfaatkan kendaraan truk untuk pergi bersama-sama.

Cara ini menurutnya lebih efektif karena setiap perumput dapat saling mengawasi. Apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik maka bisa saling mengingatkan. 

“Saat ngobrol di desa Ngrakah Selo, ada komunitas lereng Merapi yang mengumpulkan perumput dan sediakan truk. Ini kami adaptasi dengan memanfaatkan kendaraan dinas TNGM,” katanya.

Setidaknya ada empat kendaraan dinas yang disiapkan. Masing-masing bersiaga di Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Selo, Kecamatan Balerante dan Kecamatan Dukun. Pujiati menjamin kendaraan bisa digunakan sewaktu-waktu.

Pihaknya juga telah melakukan pendataan di wilayah Sleman, khususnya di wilayah Kalitengah Lor. Tercatat ada 59 warga yang kerap mencari rumput. Seluruhnya telah mendapatkan edukasi mitigasi bencana.

“Ngobrol sama kades atau camat, yang punya sapi diajak cari rumput tapi dianter pakai mobil. Menguatkan peran TNGM. Mobil yang digunakan dobel kabin, paling tidak belakang masih bisa diisi rumput,” ujarnya.

Diketahui bahwa sebelumnya warga sempat enggan mengevakuasi ternaknya. Salah satu penyebabnya adalah pemenuhan pakan ternak. Mayoritas warga masih merumput di wilayah radius kurang dari 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Panewu (Camat) Cangkringan Suparmono menjabarkan 132 pencari rumput di wilayah Kalitengah Lor. Seluruhnya mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak hingga 250 ton perbulan. Atas fakta ini, Suparmono sempat meminta dispensasi kepada pihak Balai TNGM.

“Saya minta TNGM untuk ngemong warganya yang cari rumput di wilayah TNGM. Dengan catatan warga harus waspada atas ancaman bahaya erupsi Merapi,” katanya. (dwi/tif)

Sleman