RADAR JOGJA – Peningkatan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak pada kapasitas ruang isolasi. Terbukti seluruh ruang isolasi di Asrama Haji Sleman dan Rumah Susun Gemawang penuh. Keduanya dinyatakan tak bisa menampung lagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asimptomatik.

Penuhnya kapasitas ruang isolasi dikuatkan dengan terbitnya surat edaran dari Dinas Kesehatan tentang keadaan dua fasilitas isolasi pasien Covid-19. Untuk sementara waktu tak bisa digunakan karena kuota telah penuh.

“Benar, sudah penuh keduanya (asrama haji Sleman dan Rusunawa Gemawang). Dengan penuhnya fasilitas tersebut, maka pasien terkonfirmasi khususnya asimptomatik dapat dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 maupun yang intermediate,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (20/11).

Mantan Dirut RSUD Sleman ini tak menampik angka kasus di Sleman naik signifikan. Dari total kasus yang ada mayoritas adalah pasien asimptomatik. Artinya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini tak menunjukan gejala sakit.

Berdasarkan data Dinkes Sleman, catatan kasus Covid-19 aktif di Sleman mencapai 340 kasus. Dari total tersebut. Sebanyak 74 persen adalah asimptomatik. Dominasi jumlah ini tentu berdampak pada kapasitas ruang isolasi pasien.

“Lonjakan kasus selama beberapa pekan ini didominasi asimptomatik. Seluruh ruangan di asrama haji dan rusun sudah terpakai,” katanya.

Walau begitu, Joko memastikan pihaknya tak kewalahan. Kapasitas ruang isolasi di rumah sakit masih mencukupi. Dari total kapasitas ruang isolasi di rumah sakit, baru terisi 30 persen.

“Sementara ini mencukupi. Pasien bergejala ringan hanya 16 persen, lalu 2 persen bergejala sedang dan 8 persen bergejala berat,”  ujarnya.

Pihaknya juga tengah menyiapkan fasilitas kesehatan cadangan. Memanfaatkan bangunan milik Kementerian Dalam Negeri. Bangunan ini nantinya dimanfaatkan sebagai ruang isolasi bagi pasien positif Covid-19 asimptomatik.

Hanya saja pihaknya masih berkoordinasi dengan BPBD Sleman. Terutama terkait penanganan pasien maupun fasilitas penunjang. Dia memastikan gedung milik pemerintah pusat ini siap dalam waktu dekat.

“Masih kami matangkan bersama BPBD Sleman. Ada beberapa aspek yang harus kami siapkan secara matang. Kalau kapasitas, gedung ini bisa menampung 60 hingga 70 pasien,” katanya. (dwi/tif)

Sleman