RADAR JOGJA – Ternak ternyata dapat menjadi obat jenuh bagi para pengungsi barak Glagaharjo. Suasana ini sempat terlihat dalam beberapa hari belakangan. Para pengungsi, khususnya lanjut usia kerap mampir barak ternak. Lokasinya berada di sebelah timur barak pengungsian.

Panewu (Camat) Cangkringan Suparmono mengakui adanya keceriaan. Turunnya hewan ternak dapat menjadi obat tersendiri bagi para pengungsi.

“Kalau pagi, simbah-simbah itu sering datang ke barak ternak. Mereka senang bisa melihat ternak. Kebetulan lokasinya juga dekat, cuma sebelahan sama barak pengungsian,” jelasnya ditemui di barak pengungsian Glagaharjo, Jumat (20/11).

Beberapa ternak di sana memang milik para pengungsi. Turunnya hewan ternak tentu memberikan rasa tenang bagi pemiliknya. Sebelumnya, hewan ternak ini masih berada di kandang di Dusun Kalitengah Lor.

“Jadi sarana refreshing pengungsi lansia. Wajahnya sumringah, ternak itu rajakaya yang sudah ditabung lama. Secara psikologis bagus karena pengungsi bisa lebih tenang,” katanya.

Berdasarkan data, jumlah ternak khususnya sapi yang terevakuasi mencapai 162 ekor. Sebanyak 40 ekor sapi berada di barak ternak Glagaharjo. Ada pula 75 ekor di kandang komunal Dusun Singlar dan 23 ekor di kandang komunal Dusun Gading.

Pembangunan barak ternak di lapangan Glagaharjo terus dikebut. Dari total 20 kandang, sudah 6 kandang berdiri. Tiga di antaranya telah dihuni oleh 40 ekor sapi.

“Paling banyak di tiga tempat ini. Sisanya tersebar di beberapa padukuhan di bawah. Ada juga 16 ekor sapi yang dititipkan di kandang warga di wilayah Klaten,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman