RADAR JOGJA – Jumlah pengungsi barak Glagaharjo terus bertambah. Tercatat ada 263 warga dusun Kalitengah Lor yang menghuni barak pengungsian di utara Kantor Kalurahan Glagaharjo ini.

Panewu (Camat) Cangkringan Suparmono menuturkan angka pengungsi masih fluktuatif. Artinya tak hanya bertambah, tapi juga sempat menurun. Hanya saja angka tertinggi jumlah pengungsi adalah per hari ini, dengan 263 orang.

“Kalau lihat datanya, pengungsi lansia relatif tetap. Penambahan terbanyak adalah pengungsi usia dewasa. Data awal hanya 44 orang, sekarang sudah 78 orang,” jelasnya ditemui di barak pengungsian Glagaharjo, Jumat (20/11).

Pihaknya tak melarang warga dusun Kalitengah Lor untuk mengungsi. Justru tindakan ini lebih bagus karena sebagai upaya preventif. Apalagi gunung Merapi masih mengalami peningkatan aktivitas vulkanik setiap harinya.

Berdasarkan catatan, ada pula para peternak yang turut mengungsi. Bedanya, mereka tak lantas membaur di barak pengungsian. Mereka memilih mendirikan tenda darurat di sisi utara barak ternak.

“Jadi ada yang turun karena ikut menjaga ternak. Sehingga jumlah pengungsi dewasa meningkat,” katanya.

Terkait kapasitas barak pengungsian, Suparmono memastikan masih memadai. Titik pengungsian Glagaharjo tak hanya menggunakan lapangan. Adapula pengungsi yang menghuni di bangunan milik SD Muhammadiyah Cepitsari Glagaharjo.

Terkait kapasitas ruangan, Suparmono meyakini bisa dimaksimalkan. Dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19, bangunan SD bisa menampung hingga 300 warga. Belum lagi jika mengoptimalkan aula milik Kalurahan Glagaharjo.

“Kalau yang SD sudah dipakai sebagian, masih bisa dimaksimalkan. Lalu yang disini (barak Glagaharjo) juga bisa ditambah. Masih ada lapangan dan aula milik desa,” ujarnya.

Tak hanya barak pengungsian Glagaharjo, pihaknya juga menyiapkan rencana jangka panjang. Salah satunya adalah barak Gayam. Lokasi ini nantinya untuk menampung para pengungsi dari Dusun Kalitengah Kidul.

Rencana ini sebagai mitigasi apabila aktivitas Merapi semakin meningkat. Terlebih jika status telah menjadi awas. Artinya radius jarak aman semakin diperluas.

“Dukuh Kalitengah Kidul juga sudah nembung ke Gayam. Disana maksimal bisa menampung 300 warga. Kalau ditambah rumah warga dan bangunan sekolah di sekitarnya bisa sampai 359 warga. Itu sudah dengan prokes Covid-19,” katanya.(dwi/tif)

Sleman