RADAR JOGJA – Pemkab Sleman serius menggandeng pengelola jip wisata di seputaran lereng Merapi dalam mitigasi bencana. Perannya adalah membantu proses evakuasi dan mobilisasi bantuan di bawah koordinasi BPBD Sleman.

Kasi Mitigasi BPBD Sleman Joko Lelono membenarkan adanya keterlibatan pengelola jip wisata. Dengan jumlah armada mencapai ratusan, menurutnya akan sangat membantu. Terlebih setiap pengemudi jip wisata hafal seluk beluk kawasan lereng Merapi.

“Jip wisata siap dilibatkan dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan sewaktu-waktu. Koordinasi utama tetap dibawah BPBD, untuk memberi komando pergerakannya,” jelasnya ditemui di Barak Pengungsian Glagaharjo, Rabu (18/11).

Keberadaan jip wisata yang tersebar di wilayah Kecamatan Pakem hingga Cangkringan menjadikan jangkauan titik evakuasi menjadi lebih luas. Sehingga pergerakan dapat lebih cepat dan efisien.

Menurut Joko, keterlibatan jip wisata sudah sangat tepat. Apalagi daya jelajah masing-masing pengemudi cukup luas. Sehingga dapat meminimalisir kendala selama proses evakuasi berlangsung.

“Sekarang kan posisinya sudah dibasecamp masing-masing. Jadi memang sudah siap jika pergerakannya sewaktu-waktu. Para pengelola maupun supir juga telah dilibatkan dalam proses mitigasi bencananya,” katanya.

BPBD Sleman, lanjutnya, akan membagi kewilayahan. Untuk setiap titik ada penanggung jawab lapangan. Tujuannya untuk mempermudah proses koordinasi. Baik waktu maupun lokasi titik evakuasi.

“Nanti komando utamanya di Posko Utama Pakem. Ada personel BPBD di lapangan sebagai penghubung. Komando evakuasi turun, maka langsung dikerahkan di masing-masing wilayah yang masuk zona bahaya,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri memastikan timnya telah siap. Seluruhnya bersedia dilibatkan dalam proses evakuasi. Apalagi mayoritas pengemudi dan pengelola juga berasal dari Kecamatan Pakem dan Cangkringan.

Tercatat ada sekitar 500 hingga 600 unit jip wisata di lereng Merapi sisi Sleman. Seluruhnya siap membantu proses evakuasi dibawah koordinasi BPBD Sleman. Dardiri memastikan kondisi mesin seluruh kendaraan prima.

“Kendaraan pasti terawat karena selama ini rutin operasional jip wisata. Kalau untuk rute evakuasi, saya yakin sudah hafal. Karena jalurnya memang kerap dilintasi saat operasional wisata,” ujarnya.

Alur komunikasi memanfaatkan gawai dan radio panggil. Selain dengan BPBD Sleman, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kaitannya untuk mempermudah koordinasi. Terlebih jika proses evakuasi berlangsung sewaktu-waktu.

“Tetap monitor di grub, seandainya terjadi sesuatu semua sudah siap. Siapa harus kemana dan bertindak apa, semua sudah siap,” katanya. (dwi/tif)

Sleman