RADAR JOGJA – Empat unsur lembaga wisata di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Sleman mulai disinergikan, Rabu (17/11). Dinas Pariwisata DIJ memberikan pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) selama sepekan ke depan.

Unsur tersebut, antara lain, desa budaya, desa wisata, desa preneur dan desa prima berkaitan dengan peranan wanita.”Semua akan disinergikan menjadi desa mandiri budaya,” ungkap Pemateri Tim Universitas Sanata Dharma Lucia Kurniawati, usai mengisi kegiatan.

Desa mandiri budaya adalah konsep pembangunan dengan penekanan konsep sosial dan budaya yang dimiliki oleh desa setempat. Dalam kerangka pelestarian budaya. Bahwa segala bentuk pembangunan, baik itu wisata, potensi kerajinan usaha mikro kecil menengah (UMKM), harus dalam kerangka budaya setempat. Oleh karena itu lokus ini berbasis desa bukan dusun.

Menurutnya, kalurahan Bangunkerto memiliki banyak potensi wisata berbasis dusun. Ada tujuh dusun dengan keunggulan masing-masing. Nah, ke depan potensi dusun atau desa wisata di Kalurahan Bangunkerto didorong untuk saling bersinergi dalam menggerakkan wisata mandiri budaya untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Adanya pendampingan, diharapkan SDM lebih terbuka dan mau membuka kerjasama antar dusun. Saling melengkapi potensi wisata yang sebagian sudah berjalan dan sebagian lagi masih tahap rintisan.

“Ada banyak materi yang disampaikan mulai persiapan SDM hingga cara membranding. Juga terkait inovasi,” katanya.

Dijelaskan, output dari kegiatan ini, penggiat wisata siap dan mampu menyiapkan master plan kegiatan untuk tahun mendatang. Ditargetkan, output ini sudah bisa dilaksanakan pada 2021.

Menurutnya, adanya pandemi Covid-19 menjadi waktu yang tepat untuk melakukan konsolidasi berbagai elemen ini. Untuk saling berinovasi meningkatkan daya saing.

Sementara itu, Penggiat Desa Wisata Pulewulung Kalirahan Bangunkerto, Turi, Sleman Agus Wulan mengaku, pengembangan desa wisata berbasis dusun ini belum optimal. Sebab, keterbatasan SDM juga terkait promosi wisata. Disebutkan, ada tiga desa wisata yang sudah berjalan. Selain Desa Wisata Pulewulung, ada juga Desa Wisata Plosokuning, Desa Wisata Si Cantik Ledoknongko dan Desa Wisata Kelor. ”Yang baru merintis di antaranya, Desa Wisata Wonosari, Gadung dan Kawedan,” jelasnya.

Menurutnya, program pendampingan ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat agar semua elemen lebih melek wisata. Sama-sama dikelola agar kalurahan ini lebih maju dan semakin dikenal di kalangan luas. Tumbuh SDM baru yang inovatif.

Dijelaskan, wilayah Bangunkerto memiliki potensi alam yang bagus. Lahan yang subur untuk perkebunan salak. Tempatnya bersih dan rapi. Dari aspek lain, juga terdapat kerajinan UMKM, aneka kuliner salak dan lain-lain. “Lokasi ini cocok untuk tempat liburan keluarga. Di aliri Sungai Bedog, ada juga wisata outbond,” katanya. (mel/bah)

Sleman