RADAR JOGJA – Sebagai area publik Shelter PKL Foodcourt Denggung belum memanjakan pengunjungnya. Di antaranya belum tersedianya toilet. Belum lagi jumlah pedagang yang terus berkurang jumlahnya.

Meski menunjukan peningkatan pengunjung sepekan terakhir ini. Kendati begitu, jumlah pedagang di shelter tersebut mulai berkurang. Yang awalnya 75 PKL kini tinggal separuhnya. “Ada 35 pedagang saat ini. Itu saja sudah ada yang memilih pindah lokasi dagang,” ungkap Ketua Paguyuban PKL Shelter Denggung Tri Maryadi di lokasi Senin (16/11).

Menurut dia, pedagang mulai nglokro. Sepinya aktivitas di Lapangan Denggung menyebabkan pengunjung kuliner berkurang. Terlebih, jenis jualannya banyak yang sama. Persaingan dagang yang tinggi ditambah sepinya pengunjung dan juga batasan jam dagang menjadi alasan pedagang pindah lokasi.
Ada 10 pedagang shift siang pukul 04.00 pagi hingga pukul 16.00. Sedangkan malam sekitar 20-an pedagang. Dari pukul 15.00 sampai pukul 01.00 dini hari. “Harusnya sih ada 15 pedagang shift siang,” kata dia.

Padahal lokasi ini sangat strategis. Berada di tengah kawasan ramai. Sebelah Timur terdapat Sleman City Mall (SCM), sebelah Utara terdapat pasar. Sebelah Barat ada gedung-gedung aktif milik Pemerintah Sleman. Dan di Selatan, terdapat Taman Denggung dilengkapi permainan anak dan Lapangan sepak bola.”Sejak PKL dipindah di Shelter ini 2019 lalu, pengunjung memang berkurang dibandingkan saat di sekitar Lapangan. Ditambah saat Covid-19 ini, makin sepi,” terangnya. Penurunan pengunjung, kata dia, mencapai 40 – 50 persen. Otomatis para pedagang juga mengurangi stok dagang karena dagangan juga sering tersisa.

Sementara itu seorang pembeli mengeluhkan lokasi yang minim fasilitas umum. Pembeli, Febri Arsita, 25 menyebut, belum ada ketersediaan fasilitas toilet di area kuliner. Pembeli harus rela ngantri toilet di Pasar Denggung atau numpang ke gedung sekitarnya. Dia menilai, salah satu faktor berkurangnya pengunjung lantaran tidak adanya toilet di lokasi tersebut.”Ya, disayangkan saja. Lokasinya enak buat nyambil ngetik garap kerjaan. Colokan listrik ada, kran air banyak. Tapi kalau ke toilet meski numpang ke SCH,” ujarnya. (mel/pra)

Sleman