RADAR JOGJA – Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Nawang Wulan mengakui masih ada warga Kalitengah Lor yang naik hingga zona bahaya  untuk mencari pakan ternak jenis rerumputan hijau. Tepatnya dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Pihaknya tak bisa melarang sepenuhnya warga Kalitengah Lor. Hanya saja warga diminta untuk selalu waspada. Apabila muncul pertanda maka harus turun ke tempat yang lebih aman.

“Masih ada yang naik untuk cari rumput, karena pememuhan pakan masih mandiri. Warga berpikiran sepanjang rumput belum terkontaminasi abu vulkanik maka masih bisa diambil,” jelasnya dtemui di barak pengungsian Glagaharjo, Selasa (17/11).

Kebutuhan pakan ternak sapi tergolong banyak. Tercatat setidaknya ada sekitar 200an lebih ternak sapi milik warga. Sebanyak 150 ekor telah terevakuasi di kandang komunal dan kandang darurat.

Sebagai perbandingan, satu ekor sapi membutuhkan pakan 10 persen dari berat badannya. Apabila sapi memiliki berat badan 400 kilogram maka membutuhkan pakan rumput segar sebanyak 40 kilogram.

“Sebenarnya rumput di atas (dekat puncak Merapi) dan di bawah itu sama saja. Tapi karena pemiliknya masih di atas dan punya lahan rumput di atas, maka cari rumputnya di sana,” katanya.

Di samping kandang dan pakan, DP3 Sleman juga tengah menyiapkan mitigasi lanjutan. Berupa kandang darurat dalam radius status Awas Merapi. Diketahui bahwa peningkatan status Merapi dibarengi dengan radius zona aman.

Mitigasi ini tak hanya berdampak pada barak pengungsian. Kandang darurat, lanjutnya, juga dievakuasi lebih bawah. Setidaknya zona yang lebih aman dari radius status awas Merapi.

Tak ingin gegabah, pihaknya tetap berkoordinasi dengan BPPTKG Jogjakarta. Sayangnya hingga saat ini belum bisa dipastikan jumlah kandang darurat zona bawah. Hanya saja pemanfaatan bisa menggunakan kandang komunal atau milik warga yang tak terpakai. 

“Sambil menyiapkan di sini (Glagaharjo) juga keliling di wilayah yang lebih bawah. Kami menunggu rekomendasi dari BPPTKG terkait status Merapi. Kemarin sempat koordinasi dengan kandang di Klaten, tapi ternyata sudah penuh. Kalaupun ada tapi sudah rusak,” ujarnya.(dwi/tif)

Sleman