RADAR JOGJA – Gebyar Husada sebagai puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Kabupaten Sleman, Sabtu (14/11) berlangsung meriah dengan protokol kesehatan ketat. Acara dilangsungkan di empat lokasi secara serentak dan disiarkan secara live streaming di kanal YouTube Sleman TV. Yakni di Kompleks Candi Ratu Boko, Prambanan; Museum Monumen Jogja Kembali, Ngaglik; Museum Gunungapi Merapi, Pakem; dan Studio Alam Gamplong, Moyudan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, peringatan HKN kali ini merupakan wujud penghargaan bagi para tenaga kesehatan yang telah berjuang melawan Covid-19. Selain itu sebagai apresiasi pemerintah kepada gugus tugas Covid-19 yang telah berjuang mengubah perilaku masyarakat di era kebiasaan baru pandemi Covid-19. “Para tenaga kesehatan terus menjaga kekompakan lintas sektor. Sehingga dapat membangun masyarakat yang produktif dan aman Covid-19,” ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan HKN meliputi bakti sosial pemerikasaan RDT Covid-19, pemberian bantuan sembako dan masker, serta lomba pembuatan video layanan masyarakat dan karaoke, seminar, kaji banding virtual dan gebyar husada sebagai puncak HKN.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengajak seluruh elemen pemerintaan untuk meningkatkan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam pembangunan bidang kesehatan. Khususnya bagi tenaga pelayanan kesehatan. “Semoga acara ini tak sekadar seremonial. Tapi bisa menjadi upaya menyatukan langkah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan keluarga di Sleman,” tuturnya.

Kepada seluruh warga Sleman, Sri Purnomo mengajak untuk mengubah pola hidup dan perilaku sesuai tatanan adaptasi kebiasaan baru. Dengan menerapkan gerakan Cita Mas Jajar (Cuci tangan, Memakai masker, dan Jaga jarak). Hal itu demi mencegah persebaran Covid-19, sehingga kehidupan masyarakat bisa tetap sehat dan produktif.(yog)

Sleman