RADAR JOGJA – Aksi tak terpuji dilakukan oleh rombongan komunitas Toyota Fortuner Indonesia saat melintas di kawasan Kaliurang, Pakem, Sabtu (14/11). Iring-iringan kendaraan melaju dengan sirine dan lampu Strobo. Alhasil tindakan ini sempat membuat warga Kaliurang panik dan keluar rumah.

Kepanikan warga Kaliurang ini sangatlah beralasan. Sebab dalam kondisi status Merapi Siaga, suara sirine sendiri menandakan early warning system (EWS).

“Benar ada kejadian itu kemarin Sabtu (14/11) sekitar jam 13.30. Rombongan komunitas Toyota Fortuner yang lewat sambil menyalakan sirine dan lampu strobo. Warga yang mendengar dan melihat langsung panik dikira ada peringatan dini,” jelas Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto, Minggu (15/11).

Aksi ini sempat terekam dalam video dokumentasi milik warga. Terlihat sejumlah warga mencegat iring-iringan mobil komunitas. Tak hanya itu, warga juga meminta komunitas mematikan sirine dan Strobo.

Perwira menengah tiga melati ini memahami kepanikan warga. Terlebih adanya trauma erupsi Merapi 2010. Suara sirine merupakan sistem peringatan dini di kawasan Pakem dan Cangkringan. Apabila menyala maka warga wajib mengungsi ke bawah.

“Ya sangat disayangkan ada kejadian seperti itu. Sebenarnya kalau mau melintas tidak apa-apa, asal jangan menyalakan sirine atau strobo. Dalam kondisi seperti ini pasti warga masih menyimpan trauma erupsi 2010,” katanya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya juga membenarkan adanya pengawalan oleh pihak kepolisian. Hanya saja pengawal dari rombongan ini adalah Patwal Polres Magelang. Diketahui bahwa rombongan ini berasal dari komunitas luar Jogjakarta. 

“Benar, tapi yang mengawal rombongan Toyota Fortuner Indonesia itu dari Patwal Polres Magelang. Sorenya dari pihak pengawal dan komunitas sudah bertemu warga. Meminta maaf atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Diketahui komunitas Toyota Fortuner Indonesia menggelar bakti sosial di barak pengungsian Glagaharjo hari ini. Sementara lokasi menginap berada di kawasan Kaliurang Pakem. Selama perjalanan menuju barak Glagaharjo juga dilakukan pengawalan.

“Ini jadi catatan, kalau misal ada kegiatan atau melintas di kawasan rawan bencana (KRB) Merapi sebaiknya tidak menyalakan strobo atau sirine. Kondisi seperti ini agar tidak semakin panik,” pesannya. (dwi/tif)

Sleman