RADAR JOGJA – Mengantisipasi adanya pengungsi yang reaktif, bilik isolasi mandiri disediakan di barak pengungsian Kalurahan Glagaharjo.
Panewu Cangkringan, Suparmono menjelaskan bilik khusus untuk isolasi mandiri akan dipusatkan di ruang kelas SD Muhammmadiyah Cepitsari.

Ruangan kelas yang juga disekat seperti halnya barak pengungsian. Saat ini, sudah ada enam bilik yang disediakan dalam satu ruang kelas.
”Ruangan dibuat setelah ada arahan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X,” jelas Suparmono Jumat (13/11).

Ruangan tersebut, lanjut Suparmono, akan dikhususkan bagi pengungsi yang reaktif. Sedangkan untuk pengungsi yang positif, akan langsung ditempatkan shelter Asrama Haji.

Untuk mencegah adanya persebaran Covid-19 di pengungsian, penyajian makanan juga diperhatikan. Dengan cara dibungkus setiap porsi. “Kalau prasmanan sangat riskan terjadi penularan. Apalagi satu sendok dipegang banyak orang potensi menyebarnya virus,” ungkap Suparmono.
Hanya, Suparmono juga masih memperhatikan penyajian makan yang masih dirasa kurang. Seperti belum menggunakan sarung tangan saat memasak, hingga membagikan makanan. Namun dalam waktu dekat, akam diupayakan penggunaan sarung tangan guna menjaga kebersihan.

Meskipun demikian, Suparmono masih belum mengetahui pasti apakah rapid test bagi pengungsi akan dilakukan atau tidak. Namun, pihaknya selalu berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk secara rutin melakukan pengecekan. “Dengan tujuan akan segera memberikan penanganan saat ada pengungsi yang sakit,” lanjutnya. (eno/bah)

Sleman