RADAR JOGJA – Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan Sleman memenuhi permintaan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X untuk membuat ruang khusus bagi pengungsi yang terkonfirmasi Covid-19 di barak pengungsian. Permintaan ini disampaikan HB C saat mengunjugi barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa (10/11).

Panewu Cangkringan Suparmono menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk membuat bilik isolasi pengungsi yang terpapat Covid-19. Yakni satu ruang kelas di SD Muhammadiyah Cepit, Glagaharjo.

“Kami sudah berembug untuk membuat bilik-bilik di satu ruangan kelas untuk penanganan Covid-19 yang memakai ruang kelas SD Muhammadiyah Cepit. Lokasinya di bawah barak pengungsian,” jelasnya, Kamis (12/11).

Suparmono menjelaskan ruang kelas itu akan disekat 4-6 bilik seperti halnya di barak pengungsian. Pembuatan bilik dimulai hari ini. Kendati demikian kondisi para pengungsi dengan total 196 orang saat ini dalam keadaan sehat. Sementara untuk rapid test Covid-19 Suparmono mengatakan belum dibahas.

“Tim kesehatan setiap hari sudah melakukan pengecekan sehingga jika ada yang sakit, segera ditangani secepatnya,” katanya. (sky/tif)

Sleman