RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman melaporkan adanya penurunan peredaran dan penyalahgunaan narkoba hingga 50 persen selama masa pandemi Covid-19. Kepala BNNK Sleman AKBP Siti Alfiah menyebutkan mayoritas pengguna narkoba merupakan pendatang dari luar DIJ.  Selama pandemi mahasiswa dan pelajar pulang ke daerahnya masing-masing, sehingga jumlah peredaran dan penyalahgunaan narkoba ikut menurun.

“Berkurang karena memang jogja itu konsumtif dengan mayoritas penyalahgunaan narkoba oleh pelajar dan mahasiswa. Pengungkapan dan peredaran narkoba sangat berkurang hampir 50 persen,” jelasnya, usai mengikuti acara pencanangan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Rabu (11/11).

Selama pandemi, pihaknya telah menyelesaikan 14 kasus penyalahgunaan narkoba bersama BNN DIJ. Dari 14 kasus itu, para tersangkanya berasal dari jaringan, bandar dan pengedar. Semuanya sudah masuk ke proses hukum
Untuk narkoba jenis baru di Sleman, AKBP Siti menyebut tembakau gorilla yang sedang tren.

“Untuk penyelundupan masih secara umum, dimasukkan di badan,” katanya.

Siti menambahkan, pihaknya juga membongkar peredaran narkoba dari dalam lapas narkotika Pakem. Pengendali narkoba justru berada di dalam lapas. Kasus itu terbongkar berdasarkan laporan dan pengembangan kasus pengedar di luar lapas.

“Dia mengendalikan teman-temannya yang dulu mantan di sana, ditahan. Setelah keluar, bisa dikendalikan olehnya,” katanya.(sky/tif)

Sleman