Pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat para peserta pelatihan kerja di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman. Dengan melaksanakan Cita Mas Jajar (Cuci tangan, Memakai masker, Jaga jarak) sebelum masuk ruangan kelas/workshop, dan menjaga jarak dengan sesama peserta pelatihan. Semua itu menjadi rutinitas pelaksanaan pelatihan kerja di BLK Sleman

RADAR JOGJA – TAHUN ini BLK Sleman melaksanakan dua jenis pelatihan. Pertama, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja non institusional (MTU). Kedua, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja (institusional).

MTU diselenggarakan di wilayah desa/ kecamatan. Menggunakan anggaran yang dialokasikan Pemkab Sleman berdasarkan kebutuhan warga tiap wilayah. Pada 2020, MTU telah terlaksana 18 paket. “Per paket 16 orang. Sehingga total 288 peserta pelatihan dengan berbagai kejuruan yang dibutuhan masyarakat,” papar Kepala BLK Sleman Rina Pandu Pertiwi.

Sedangkan pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja institusional pada tahun ini tersedia 22 paket/16 orang. Total 352 peserta pelatihan. Menurut Rina, di awal pelaksanaan pelatihan institusional para siswa mendapatkan materi pembinaan fisik dan mental, kedisiplinan, serta soft skill. Ini agar setiap siswa mempunyai rasa tanggung jawab, disiplin, mandiri, dan membangun motivasi diri pribadi masing-masing. “Pelaksanaan pelatihannya dibagi dua kurikulum dengan porsi 25 persen teori dan 75 persen praktik,” katanya.

PELATIHAN GRATIS: Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman Rina Pandu Pertiwi (kiri) meninjau praktik siswa pelatihan mesin produksi dan pelatihan operator komputer.( BLK SLEMAN)

Ada 15 kejuruan pada BLK Sleman. Antara lain: teknik sepeda motor, teknik kendaraan ringan/mobil bensin, instalasi penerangan, teknik refrigation domestik/teknik pendingin, telekomunikasi/teknisis handphone, las industri/las listrik, mesin produksi, mebeler, pengolahan hasil pertanian/tata boga, partical office advance/operator komputer, desain grafis, digital marketing, menjahit, teknik bordir, dan tata rias pengantin.

Di masa pandemi ini BLK Sleman mendapatkan 8 paket tambahan pelatihan khusus penanganan Covid-19. Berupa pelatihan membuat alat pelindung diri (APD) kesehatan. “Hasil pelatihan yang dibuat adalah hazmat, APD Gawn, dan masker,” jelas Rina.

Tiap siswa berhak mendapatkan fasilitas berupa pelatihan gratis, konsumsi selama pelatihan, uang transport, serta sertifikat pelatihan BLK dan bagi yang lulus Uji Kompetensi (UJK) akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Uji kompetensi diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi. Tahapan ini dilaksanakan setelah siswa selesai mengikuti pelatihan institusional. “Uji kompetensi juga gratis. sesuai paket yang tersedia dan kejuruannya,” jelas Rina.

Fasilitas tersebut diberikan setelah calon siswa dinyatakan lolos seleksi tertulis dan wawancara. Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap, para siswa pelatihan BLK bisa secepatnya diterima dunia kerja. Bupati sangat optimistis, para siswa yang lulus dan mengantongi sertifikat kompetensi dari BNSP akan mudah mendapatkan pekerjaan.

Di sisi lain, Sri Purnomo mendorong para siswa untuk berwirausaha menciptakan lapangan kerja sendiri. Berbekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pelatihan di BLK. Sesuai bidang atau kejuruan masing-masing. “Ini sangat baik. Sehingga bisa menopang kehidupan siswa itu sendiri sekaligus mengurangi pengangguran di Sleman,” tuturnya. (*)

Sleman