Program padat karya menjadi salah satu solusi pemerintah dalam menekan angka pengangguran. Khususnya bagi para pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.

RADAR JOGJA – KEPALA Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih menyatakan, program padat karya bertujuan memberikan kegiatan bagi masyarakat supaya bisa mendapatkan upah. Khususnya bagi korban PHK dan pekerja yang dirumahkan karena perusahan tempat mereka bekerja terdampak Covid-19. Sedangkan pekerja yang mengalami penurunan upah juga bisa mendapat tambahan pendapatan dengan mengikuti program padat karya. “Intinya kegiatan ini (padat karya) merupakan salah satu langkah untuk pemulihan ekonomi akibat Covid-19,” ungkapnya.

Hal itu disampaikan Sutiasih di sela meninjau proyek padat karya pembangunan jalan di Padukuhan Baturan, Trihanggo, Sleman belum lama ini.
Tahun ini ada 17 paket program padat karya. Setiap paket pekerjaan selama 20 hari. Meski hanya 20 hari, tutur Sutiasih, program padat karya diharapkan bisa mengurangi beban ekonomi keluarga pekerja terdampak Covid-19.

PEMULIHAN EKONOMI: Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih (jilbab hitam) meninjau proyek padat karya pembangunan jalan di Padukuhan Baturan, Trihanggo, Sleman belum lama ini.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Selain itu, program padat karya diharapkan mampu menumbuhkan budaya gotong royong masyarakat. Di mana di setiap lokasi pengerjaan proyek padat karya melibatkan sedikitnya 50 orang. Hanya, pelaksanaan program padat karya kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, gotong royong dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Setiap pekerja wajib memakai masker dan cuci tangan sesering mungkin. Serta saling menjaga jarak di lokasi proyek.

Guna menghindari kerumunan, setiap paket padat karya dilaksanakan dengan sistem shift. Jumlah pekerja dibagi dua kelompok.
Sutiasih mengatakan, penerima bantuan program padat karya merupakan kelompok masyarakat yang telah mengajukan proposal dan lolos verifikasi. Adapun pendanaannya diambilkan dari bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi DIJ. Sedangkan Dinas Tenaga Kerja Sleman bertindak sebagai fasilitator atau pelaksananya. “Dari setiap proposal yang masuk akan disurvei dulu lokasinya oleh petugas,” jelasnya.

Sutiasih berharap, hasil pembangunan dari program padat karya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya warga setempat. Dia mengimbau masyarakat turut merawat dan sama-sama memiliki rasa handarbeni.

Di Padukuhan Baturan, program padat karya yang dilaksanakan berupa pembangunan jalan tanah dengan cor blok sejauh 250 meter dengan lebar 3 meter. Jalan penghubung Padukuhan Baturan dan Kalurahan Jambon itu dicor blok guna memperlancar akses sosial dan ekonomi warga setempat. “Itu jalan menuju makam desa. Tiap hari juga selalu dilalui warga untuk pulang pergi kerja atau sekolah,” kata Ketua Pelaksana Program Padat Karya Padukuhan Baturan Priyapto. (*)

Sleman