RADAR JOGJA – Calon bupati Sleman nomor urut 1 Danang Wicaksana Sulistya didulan menjadi imam salat Duhur di Masjid Sholihin, Gandok Tambakan, Ngaglik, Selasa (10/11).

Salat berjamaah setelah sosok pemuda kelahiran 4 Januari 1979 itu melakukan sambung rasa dengan warga sekitar Pondok Pesantren Ki Ageng Giring.

Momentum itu dimanfaatkan Danang Wicaksana untuk menggali aspirasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat Sleman. Sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sleman ke depan. “Saya bersama Mas Agus Choliq bertekad membangun Sleman dari aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Program yang ditawarkan Danang Wicaksana Sulistya disambut baik oleh masyarakat.

Bahkan, Pimpinan Pondok Pesantren Ki Ageng Giring Gus Mukholid Hidayat menyebut dukungan masyarakat untuk kemenangan Danang Wicaksana Sulistya-Agus Chiliq terus mengalir. Warga Sleman butuh sosok pimpinan baru, muda, dan energik, serta bisa menerima dan merealisasikan aspirasi masyarakat.

Sementara itu, saat menyambangi Karoseri Dolasindo Danang Wicaksana Sulistya mengaku sangat terinspirasi dengan sang pengusaha, Abdul Muthalib.

Bermula sebagai sopir, kini Abdul Muthalib bisa memiliki usaha yang besar.

Danang Wicaksana Sulistya mengakui, pemuda perlu mengambil pelajaran dari perjuangan Abdul Muthalib.

Dari pertemuannya dengan pemilik Karoseri Dolasindo itu, Danang Wicaksana Suliatya lantas berbagi informasi dan pengalaman Abdul Muthalib kepada warga Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik. “Tadi (kemarin) barusan sowan ke Pak Abdul Muthalib yang terkenal dengan Karoseri Dolasindo. Beliau berkisah perjalanan hidupnya dari menjadi sopir kemudian mencoba jadi tukang tralis, hingga mampu membangun karoseri besar di Sleman,” jelasnya.

Menurut Danang Wicaksana Sulistya, perjalanan hidup Abdul Muthalib kaya akan makna dan bisa menginspirasi generasi muda. “Sukses itu tidak bisa diraih secara instan. Tapi karir dari bawah bisa terus menanjak karena komitmen, istiqomah, dan mau terus belajar hingga sukses seperti Dolasindo,” tuturnya.

Demikian pula yang akan dilakukan Danang Wicaksana Sulistya dan Raden Agus Choliq jika mendapat amanah menjadi pemimpin Sleman. Kedua pemuda itu sepakat untuk mendorong semua sektor untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik. Supaya Sleman lebih maju di semua lini.

Danang Wicaksana Sulistya berharap bisa menggandeng para pemuda untuk memajukan Sleman, sesuai bakat dan minat masing-masing.(*/ist)

Sleman