RADAR JOGJA – Pandemi tidak mematahkan semangat para seniman bonsai Jogja untuk terus berkarya. Komunitas yang menamai diri mereka sebagai Perkumpulan Penggemar Bonsai Yogyakarta (PPBY) menggelar kontes dan pameran Sleman City Hall (SCH). Peserta dari berbagai daerah turut meramaikan acara yang baru digelar pertama kali oleh PPBY ini.

Menurut Sekretaris PPBY Tri Putro, Semesta Bonsai Jogja adalah wadah apresiasi bagi seniman bonsai untuk terus berkarya pada masa pandemi ini.  ”Kami ingin mendukung Jogja sebagai kota seni lewat bonsai. Karena bonsai juga merupakan karya seni,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk kategori pameran, ada sekitar 60 bonsai yang diikutsertakan. Sedangkan untuk kategori kontes, ada sekitar 160 bonsai yang ikut serta. ”Untuk kontes, kami tidak membedakan dalam beberapa kategori. Jadi hanya ada satu kategori umum. Kategori penilaiannya meliputi penilaian terhadap pondasi atau akar, batang, cabang dan ranting, dan juga nilai estetika dari bonsai itu sendiri,” jelasnya.

Tri Putro menyebutkan, saat ini sangat jarang ditemukan pebonsai perempuan dan hal tersebut sangat disayangkan. Padahal menurutnya, bonsai adalah hobi yang dapat disukai oleh siapa saja. Tri Putro pun menjelaskan, semua orang dapat belajar tentang bonsai melalui komunitas-komunitas bonsai di Jogja.

”Kami biasanya ada hari-hari khusus untuk belajar bonsai. Semua orang boleh ikut. Di Nanggulan ada setiap malam Minggu, hari Jumat malam bisa gabung di Komunitas Bonsai Piyungan, di SJF dan Menoreh juga ada. Biayanya gratis,” tuturnya.

Dia berharap, dari adanya event ini, Jogja dapat menjadi sentra bonsai nasional bahkan internasional. Ia juga berharap agar ada banyak perempuan yang tertarik untuk belajar bonsai. ”Sebab, bonsai merupakan karya seni yang dapat dinikmati oleh pria dan wanita, tidak melulu harus pria,” ungkapnya.

Ditemui di tempat yang berbeda, Public Relation Sleman City Hall Tikasari menyebutkan, November adalah bulan apresiasi untuk komunitas-komunitas di Jogja.  ”Jadi memang bulan November ini kami mengambil temanya November Full of Hobbies. Jadi sebulanan ini rangkaian acara kami lebih ke komunitas makanya awal pembukaannya itu ya bonsai ini,” ujar Tika.

Selain bonsai, selanjutnya juga akan diadakan acara Coffee Festival dan SCH Aquatic Expo. Tika menjelaskan, SCH sangat dekat dengan komunitas-komunitas di Jogja, maka dari itu dibuatlah November Full of Hobbies ini sebagai wadah apresiasi bagi komunitas-komunitas di Jogja. (sce/ila)

Sleman