RADAR JOGJA – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mulai mengevakuasi ternak milik warga Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman. Target pertama adalah 94 ekor sapi jenis perah. Seluruhnya diungsikan ke kandang komunal di dusun Singlar, Glagaharjo Cangkringan.

Berdasarkan data DP3 Sleman ada 294 ekor sapi ternak di wilayah Dusun Kalitengah Lor. Terdiri dari jenis sapi perah dan sapi potong. Khusus untuk sapi potong akan dievakuasi ke sisi timur barak Glagaharjo.

“Prioritaskan untuk ternak sapi perah. Dari 94 sapi perah yang sudah dievakuasi dan menempati ternak per siang ini baru 27 ekor,” jelas Kepala DP3 Sleman Heru Saptono ditemui di kandang komunal Singlar, Senin (9/11).

Heru memastikan fasilitas dan kapasitas kandang komunal memadai. Tercatat ada tiga bangunan kandang yang berada di kandang komunal dusun Singlar. Hanya saja kandang ini hanya peruntukan jenis sapi perah.

Pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan PT Kepurun Pawana Indonesia (KPI). Tujuannya untuk pemanfaatan kandang ternak di perusahaan tersebut. Lokasi ini berdekatan dengan jalur evakuasi Desa Glagaharjo.

“Saat ini kami negosiasi dengan KPI Klaten untuk penampungan sementara. Disamping itu kami bikin shelter ternak di utara balai desa Glagaharjo,” katanya.

Kebutuhan krusial adalah ketersediaan pakan dan air. Pihaknya juga telah menyusun anggaran ketersediaan air. Walau begitu pihaknya juga tetap memanfaatkan sumber air yang ada.

Kebutuhan pakan menggunakan pakan alami dan konsentrat. Untuk pakan sapi ternak berkoordinasi dengan Koperasi Ternak Sarana Makmur. khususnya jenis pakan konsentrat.

“Kalau hijauan makan ternak petani bisa melakukan sendiri. Sumber air sebenarnya sudah tersedia, tapi kami minta Dinas PU untuk drop hidran sekitar 5.000 liter. Itupun kalau kebutuhan air dari warga tidak mencukupi,” ujarnya.

Heru menjamin keamanan jarak kandang komunal karena lokasinya berjarak 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Selain itu wilayah ini juga tak memiliki riwayat perlintasan erupsi Merapi.

“Dari sisi jarak relatif aman daripada tetap bertahan di Kalitengah Lor. Kami masih melakukan pendekatan dan pendataan, karena memang ada yang belum mau mengungsi,” katanya.

Beberapa truk terlihat hilir mudik di kandang Singlar sejak pagi hari. Satu truk berisi empat hingga delapan ekor sapi setiap angkut. Seluruhnya merupakan sapi ternak milik warga Kalitengah Lor.

Salah satu warga Kalitengah Lor, Ladi, mengaku lega bisa mengevakuasi sapi ternaknya. Pria berusia 35 tahun ini memiliki enam ekor sapi yang diungsikan ke kandang komunal di Singlar.

“Mengamankan sapi ternak karena dulu erupsi 2010 sapi saya kena (awan panas). Dulu kehilangan 6 ekor sapi saat kejadian itu. Untuk pakan sudah disiapkan,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman