RADAR JOGJA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman berencana memindahkan tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala daerah (pilkada) di daerah potensi bencana ke barak pengungsian. Ini menyusul peningkatan status Gunung Merapi menjadi siaga sejak Kamis (5/11).

Ketua KPU SlemanTrapsi Haryadi menjelaskan, adanya perlakuan khusus untuk pemilihan di saat terjadi bencana, tercatat dalam PKPU Nomor 8 Tahun 2018. Hanya saja, saat ini pihaknya masih memperhatikan keselamatan pemilih.

Oleh karena itu, KPU masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Seperti Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) dan kapanewon setempat.

“Pemindahan TPS ada opsi ke sana, tapi kami belum bisa memutuskan. Kami harus meramu dan berkoordinasi dulu,” jelas Trapsi saat ditemui di Barak Pengungsian Banjarsari, Cangkringan, Minggu (8/11).

Menurutnya, dari rekomendasi yang diberikan BPPTKG, didapatkan ada tiga dusun dari tiga desa yang memerlukan perhatian. Namun dari tiga dusun itu hanya Dusun Kalitengah Lor yang masih berpenghuni. “Kami akan melakukan upaya antisipasi untuk TPS yang ada di lokasi rawan bencana,” katanya.

Panewu Cangkringan Suparmono mengungkapkan, jumlah penduduk di Kalitengah Lor saat ini ada 537 orang. Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah penduduk yang akan ikut dalam Pilkada Sleman 2020.

Jika nantinya dipindahkan, lanjut Suparmono, kemungkinan hanya membutuhkan satu TPS. Mengingat jumlah penduduk sekitar 500 orang. “Skenarionya, TPS pasti dipindahkan dan didekatkan ke warga yang mengungsi,” katanya.

Suparmono melanjutkan jangan sampai adanya bencana membuat turunnya partisipasi pemilihan kepala daerah. Mengingat sebelumnya pada pilpres, partisipasi masyarakat Cangkringan saat pemilu mencapai 82 persen. (eno/laz)

Sleman