RADAR JOGJA – Untuk antisipasi lonjakan kasus libur panjang lalu, Dinkes Sleman siapkan 200 rapid test (RDT) untuk para pelaku wisata di Sleman.

“Kami lakukan skrining kepada para pelaku pelaku wisata dengan target 200. Akan kami RDT terlebih dahulu, setelah itu jika ada yang reaktif baru kami swab test,” kata Kepala Dinas Kesehatan Joko Hastaryo saat ditemui Radar Jogja, Kamis (5/11).

Dikatakan, 200 RDT tersebut akan dilakukan di Kaliurang. Sedangkan, 100 tes lainnya akan dilakukan di wisata Kaliadem dan juga desa wisata Gamplong.

Terkait terjadinya lonjakan kasus, Joko belum dapat memastikan secara pasti. Namun, dia menyebutkan pasti akan ada lonjakan. “Karena saat libur panjang kemarin, yang datang ke DIJ khsusunya Sleman itu meningkat,” imbuhnya.

Dia mengimbau, agar masyarakat harus tetap berhati-hati. Karena dimungkinkan belum keluar saja hasilnya.

“Kalau melihat masa penularan kan, lima sampai 14 hari setelah kontak. Jadi nanti setelah lima hari kalau diperiksa sudah bisa diketahui hasilnya sampai batas 14 hari. Mudah-mudahan kalau minggu ini tidak ada, berarti tidak ada penambahan yang signifikan,” lanjutnya. (cr1/mg3/bah)

Sleman