RADAR JOGJA – Ruas jalur evakuasi sepanjang 3,1 kilometer di wilayah Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan Sleman rusak. Titik kerusakan terjadi di dua ruas jalur evakuasi warga. Tepatnya di jalur penghubung Dusun Suruh dengan Dusun Singlar dan jalur evakuasi Dusun Banjarsari.

Level kerusakan dua ruas jalur evakuasi tergolong parah. Untuk jalur evakuasi Singlar-Suruh kerusakan mencapai 60 persen. Sementara untuk ruas Glagaharjo-Banjarsari hampir mencapai 100 persen.

“Jalur evakuasi di lereng Merapi tepatnya penghubung Suruh dan Singlar rusak sepanjanh 1,2 kilometer. Lalu dari Glagaharjo ke arah Banjarasari rusak 1,9 kilometer,” jelas salah seorang warga Cangkringan Gani Sadat ditemui di jalur evakuasi Suruh-Singlar, Jumat sore (6/11).

Pengajuan perbaikan telah dilakukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Pemukiman (DPUKP). 

Sayangnya permintaan ini belum ditanggapi hingga saat ini. Padahal kerusakan telah terjadi sejak 2010.

Padahal jalur ini merupakan jalur evakuasi utama. Tepatnya bagi warga Dusun Srunen, Dusun Kalitengah Kidul dan Dusun Kalitengah Lor. Total ada sekitar 1.200 jiwa yang menghuni ketiga dusun tersebut.

“Akan crowded saat diminta untuk mengungsi, sementara jalur evakuasi belum siap. Kalau melewati jalur Kikis (Klaten Jawa Tengah) justru bisa terjadi penumpukan, karena itu juga jalur evakuasi dari wilayah Klaten,” katanya.

Perbaikan, lanjutnya, tak harus taraf berat. Cukup dengan menambal kerusakan aspal. Berdasarkan pengamatan Radar Jogja, rata-rata jalur Suruh-Singlar kedalaman kerusakan mencapai 5 hingga 10 centimeter. Sementara untuk jalur Glagaharjo-Banjarsari seluruhnya tak beraspal.

“Kami minta segera diperbaiki kalau erupsi akan crowded kalau warga diarahkan lewat jalur timur atau jalur Kikis. Ini belum sama sekali disentuh dari 2010 oleh dinas yang terkait,” ujarnya.(dwi/tif)

Sleman