RADAR JOGJA – Jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapakan manajemen bencana erupsi Merapi. Berupa penyiagaan dua barak pengungsian di Kecamatan Cangkringan. Tepatnya di Dusun Gayam, Kalurahan Argomulyo dan Balai Desa Glagaharjo.

Sekretaris Daerah Pemkab Sleman Harda Kiswaya memastikan dua barak pengungsian telah siap. Prioritas utama adalah menampung warga usia rentan. Khususnya yang berasal dari Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.

“Malam ini kami mengecek barak. Hanya untuk menampung warga Kalitengah Lor saja, karena yang masih ada hunian (penghuni) disana. Untuk yang usia rentan ada sekitar 100an warga,” jelasnya ditemui di Barak Pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis malam (5/11).

Barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo, lanjutnya, bisa menampung 400an pengungsi. Hanya saja dalam kondisi saat ini hanya menampung sekitar 100an pengungsi. Pertimbangannya adalah kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berdasarkan kondisi kesiapan, barak bisa digunakan secepatnya. Walau begitu jajarannya tetap mengedepankan pendekatan agar warga mau mengungsi, terutama untuk usia rentan.

“Ternak juga diungsikan dalam status siaga. Sudah disiapkan lapangan di depan barak pengungsian Glagaharjo. Bisa menampung 300 sapi,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan jarak dusun Kalitengah Lor dengan puncak Merapi tak aman. Tercatat dusun ini berjarak 5,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sementara jarak aman anjuran dari BPPTKG Jogjakarta adalah 5 kilometer dari puncak Merapi.

Berdasarkan data BPPTKG Jogjakarta ada tiga dusun yang wajib mengungsi. Selain Kalitengah Lor ada pula Dusun Kaliadem Lama di Kalurahan Kepuharjo dan Dusun Pelemsari di Kalurahan Umbulharjo. Hanya saja untuk dua dusun ini sudah tak ada hunian.

“Itu mepet sekali, tetap kami minta turun. Sementara mereka (usia rentan) dulu, kalau status awas baru semuanya wajib turun. Untuk dua dusun lain sudah tak ada warga yang menghuni, karena sudah pindah huntap semua,” ujarnya. (dwi/tif)

Sleman