RADAR JOGJA – Sejumlah makam di TPU Sasana Mulya Minomartani amblas, akibat guyuran hujan di wilayah Minomartani pada Jumat (30/10) lalu.

Juru Kunci TPU Sasana Mulya Minomartani, Tugiono menjelaskan, dirinya mengetahui makam-makan tersebut dipagi hari setelah semalaman turun hujan deras. Ada 12 malam yang ambles akibat guyuran hujan. ”Sudah saya hubungi ahli waris,” kata Tugiono Rabu (4/11).

Dia mengatakan, untuk antisipasi agar ambles tanah tidak meluas, pihak pengelola kemudian menyingkirkan nisan dan menguruk tanah. “Kemungkinan tutupnya tidak bisa menahan beban di atasnya, jadi amblas,” jelas Tugiono.

Dikatakan, TPU yang dekat dengan Sungai Klandoan ini sudah ada sejak kurang lebih 1991 lalu. Luasnya sekitar 1.300 meter. Saat ini, ada sekitar 600 makam yang terlihat. “Yang lain kan sudah ada yang ditumpuk tiga sampai empat jenazah,” tuturnya.

Sementara, Ulu-ulu (Kasi Kesejahteraan) Kalurahan Minomartani Dedi Eko Bintoro mengatakan, pihaknya sudah meninjau dan melihat kondisi makam yang amblas di TPU tersebut. ”Dulu pernah satu dua makam ambles, di sebelah samping timur. Solusinya kami buat talud dan sudah selesai. Tapi ternyata sekarang tanah bagian tengah yang ambles,” kata Dedi.

Langkah selanjutnya, pihaknya berencana akan membuat saluran air melingkar seperti drainase. Yang kemudian akan disalurkan ke sungai di sebelahnya.”Kami akan buat DED untuk dimasukkan ke anggaran APBDes supaya tidak terjadi kejadian yang serupa,” terangnya.  (cr1/bah)

Sleman