RADAR JOGJA – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIJ berhasil ungkap 14 kasus dengan 16 tersangka dalam September hingga Oktober ini.

Direktur Dirresnarkoba Polda DIJ Kombes Pol Ary Satriyan menjelaskan, hal tersebut guna mencegah dan penyalahgunaan atau pengedaran narkoba di wilayah DIJ. “Akhir-akhir ini kami mengungkap jenis psikotropika dan obat berbahaya. Sementara, untuk jenis narkotika tidak banyak yang ditemukan,” katanya saat gelar perkara di Mapolda DIJ, Senin (2/11)

Pada Selasa (8/9), tersangka SAP, 29, berhasil diamankan polisi di wilayah Gamping, Sleman. “SAP mendapat barangnya dari temannya, yakni IR yang saat ini masih menjadi DPO. Jadi, SAP sementara ini kurir,” ungkap Ary.

Barang bukti yang berhasil disita oleh polisi dari SAP, yakni 20.000 butirpil warna putih berlogo “Y”, 30 butir pil Alprazolam, 50 butir pil Tramadol HCL, 20 butir pil Rivotril Clonazepam, 30 butir pil kombinasi hijau kuning.

Sementara, pada Rabu (21/10) tersangka NS, 31, seorang buruh harian lepas ditangkap di Mlati, Sleman. Dia membeli sebanyak 5.000 butir pil Thihexyphenidhyl atau pil sapi senilai Rp 2 juta. Kemudian, polisi juga berhasil mengamankan sepuluh butir pil Alprazolam. “Dia membeli barang-barang itu langsung dari online. Rencana akan dia pakai sendiri dan dijual juga,” lanjut dia.

Pada Kamis (22/10), polisi mengamankan TPN, 23, asal Gedongtengen, Kota Jogja. Pemuda yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini diamankan polisi di daerah Kasihan, Bantul.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa lima butir Zypras Alprazolam dan 25.710 butir pil Trihexypenidhyl. “TPN mendapatkan barang itu dari AP, yang sekarang masih menjadi DPO,” sambungnya.

Dikatakan, dari AP, TPN membeli sebanyak 16 botol. Satu botol sebanyak 16 ribu butir dan sudah empat kali membeli. “Menurut pengakuannya, dia mulai membeli dan mengedarkan sekitar Juni/Juli 2020,” katanya.

Ary menyebutkan, rata-rata ketiga pelaku tersebut membeli dari media sosial. “Di mana ada yang harganya satu botol itu Rp 400 ribu ada yang satu botolnya Rp 750 ribu. Rencana mereka akan jual per 10 butir dengan harga Rp 25 ribu sampai 30 ribu. Dan akan mereka edarkan di wilayah DIJ,” ungkap dia.

Dilanjutkan, sasaran mereka adalah kalangan pelajar seperti siswa SMP dan SMA. Hal itu karena obat-obat paikotropika ini lebih terjangkau dan murah. Sehingga kalangannya para pelajar. “Kalau ini kan harganya lebih murah, sedangkan narkotika lebih mahal,” tandasnya.

Kabid Humas Polda DIJ, Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, berdasarkan tindakan pelaku, ketiganya dijerat dua pasal. Yakni, pasal 62 UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Dan, pasal 198 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan,” tegas Yuliyanto. (cr1/bah)

Sleman