RADAR JOGJA – Pengelola destinasi wisata Bukit Klangon menutup sementara kegiatan perkemahan. Pertimbangan utama adalah aktivitas Gunung Merapi. Diketahui bahwa intensitas kegempaan dan vulkanik gunung ini meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

Peniadaan kegiatan perkemahan berlangsung hari ini (30/10) hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Berdasarkan data BPPTKG Jogjakarta, aktivitas Merapi cenderung fluktuatif. Ini karena munculnya guguran, gempa dangkal hingga aktivitas lainnya tak terduga.

“Kami menutup sementara, tapi hanya untuk kegiatan kemahnya saja. Itu yang biasa digelar di Bukit Klangon. Jadi tidak ada kemah menginap mulai hari ini,” jelas pengelola wisata Bukit Klangon Gunawan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (30/10).

Bukit Klangon sendiri berjarak cukup dekat dari puncak Gunung Merapi. Terletak di Padukuhan Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, lokasi wisata ini berjarak 4 kilometer. Sementara jarak aman yang dianjurkan TNGM adalah radius 3 kilometer dari puncak.

“Atas pertimbangan inilah kami hentikan sementara aktivitas perkemehan. Karena jaraknya sekitar 4 kilometer dari puncak. Akan kami buka lagi kalau kondisi Merapi dinyatakan lebih aman,” katanya.

Lokasi perkemahan ini menjadi favorit karena kondisi alam sekitar masih sangat asri. Selain itu akses menuju lokasi wisata juga tidak terlalu sulit.

Operasional lokasi wisata ini kerap digelar akhir pekan. Setidaknya ratusan orang kerap memadati lokasi ini. Baik yang hanya sekadar singgah hingga menginap.

“Kalau yang kemah biasanya cuma akhir pekan, Sabtu sama Minggu saja. Biasanya bisa 100 sampai 200 orang yang kemah,” ujarnya.

Ditutupnya perkemahan, bukan berarti tak ada aktivitas wisata. Gunawan memastikan wisatawan masih bisa berkunjung. Tentu saja tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Tetap buka tapi kami batasi sampai jam 7 malam. Kalau malam juga ada penjagaan agar tak ada yang nekat kemah. Penjagaan juga untuk antisipasi aktivitas Merapi. Setidaknya ada 5 hingga 10 orang yang berjaga,” katanya. (dwi/tif)

Sleman