RADAR JOGJA – Unik dan berbeda. Itu yang dilakukan Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS), Karang Taruna Parikesit Wedomartani, dan Pramuka Saka Kalpataru Sleman, saat memperingati Sumpah Pemuda dengan upacara di Sungai Kali Kuning Rabu (28/10).

Selepas upacara, mereka membersihkan sungai bersama. Menurut ketua FKSS, AG Irawan peringatan Sumpah Pemuda menggugah jiwa muda, bahwa sungai itu merupakan sumber air yang harus dijaga.

Sekitar 95 peserta melakukan upacara secara khidmat dengan protokol kesehatan (prokes), pukul 08.00. Untuk mewaspadai aliran air sungai yang semakin deras, kegiatan dilakukan hingga pukul 12.00. ”Biasanya sore terjadi hujan. Kami belajar dari pengalaman kasus Sempor lalu,” kata Irawan.

Dalam kegiatan, dilakukan pembacaan ikrar sungai, ikrar Sumpah Pemuda, serta pembacaan Trisatya Pramuka juga dibacakan oleh peserta.

Selanjutnya, peserta melakukan bersih sungai dan tebar benih ikan lokal atau ikan endemik sungai. Bukan ikan ternak, seperti Nila. ”Karena itu jenis ikan yang menyerang ikan asli sungai,” kata Irawan.

Kegiatan bersih sungai, sebagai bentuk gerakan menyelamatkan sungai bagi para pemuda. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa sungai adalah nadi bumi. ”Jadi ibaratnya kalau nadi kita terganggu pusing ya. Kalau sungainya kotor bumi kita kan terganggu,”

Terpisah, Ketua Karang Taruna Parikesit Wedomartani Helda Septyaningrum mengaku cukup berksan dengan upacara tersebut. Apalagi, baru pertama dia dan anggotanya mengikuti kegiatan tersebut. ”Semoga kegiatan terus berlanjut,” harapnya.

Dia berharap teman yanglain termotivasi untuk menjaga sungai biar tetap bersih. ”Selain itu tetap melestarikan lingkungan dan menjaga kebersihan sekitar,” harap Helda. (cr1/bah)

Sleman