RADAR JOGJA – Sebagai tindaklanjut dari perubahan nomenklatur Desa menjadi Kalurahan dan Lurah sebagai pemangku Keistimewaan DIJ.

Seluruh Pamong di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman dilantik dan diambil sumpahnya.

Lurah Maguwoharjo H. Imindi Kasmiyanta mempimpin langsung prosesi tersebut. Diikuti 27 pamong, acara berlangsung di Aula Kalurahan Maguwoharjo Selasa (27/10).

Imindi mengungkapkan, perubahan nomenklatur kelembagaan tersebut menegaskan kembali peran lurah untuk ikut menjaga lima pilar keistimewaan. Salah satu yang ditekankan yakni mengenai pertanahan.

“Kami (lurah se-Sleman) ditugaskan dan dititipkan Ngarso Dalem HB X agar tanah khas Desa dan Kasultanan didata kembali dan dijaga keutuhannya,” tegas Imindi Kasmiyanto ditemui disela pelantikan.

Untuk itu, beberapa penyesuaian diperlukan menyambut perubahan ini. Termasuk segala administrasi Pemerintahan Kalurahan Maguwoharjo dan nama-nama jabatan. “Seluruhnya dikembalikan seperti jaman kerajaan untuk mencerminkan budaya jawa salah satunya,” ujarnya.

Diantaranya Kepala Desa (Kades) menjadi Lurah, Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi Carik, Kepala Urusan Keuangan (Kaur Keuangan) menjadi Danarta, Kepala TU menjadi Tata Laksana, Kepala Urusan Perencanaan menjadi Pangripta Kasie Pemerintahan menjadi Jagabaya, Kasie Kesejahteraan menjadi Ulu-Ulu, dan Kasi Pelayanan menjadi Kamituwa.

“Desa mawa cara negara mawa tata. Ini akan kami sesuaikan seperti apa yang tertuang dalam peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Imindi berharap dengan adanya perubahan ini penyelenggaraan pemerintah kedepan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Semoga dengan adanya pengukuhan dan pelantikan ini, budaya jawa bisa senantiasa kita lestarikan bersama,” katanya.

Panewu Depok Abu Bakar menambahkan, sebelumnya lurah telah dilantik dan diambil sumpahnya lebih dulu oleh Bupati Sleman di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan DIJ Kamis (22/10). Diikuti oleh perwakilan lima lurah, salah satunya Lurah Maguwoharjo H. Imindi Kasmiyanta.

“Lurah yang dulunya Kepala Desa juga dikukuhkan sebagai pemangku keistimewaan oleh Gubernur DIJ, Hamengku Buwono X,” ujarnya.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 34 ayat (1), Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemerintah Kalurahan.

Dengan pergantian nomenklatur tersebut Sultan meminta para lurah di Kapanewon Depok dan se-kabupaten Sleman pada umumnya dapat meneladani sifat Ki Lurah Semar dalam cerita pewayangan.

“Lurah ibarat semar tapi jangan sampai semar samar-samar. Harus berpihak kepada masyarakat kecil dan mampu melaksanakan kebijakan dan aturan yang berlaku,” jelasnya. (*/naf/ila)

Sleman