RADAR JOGJA – Operasi Zebra Progo tahun ini tidak hanya mengatasi pelanggaran lalu lintas semata. Tetapi juga berperan dalam menekan penyebaran Covid-19. Operasi Zebra Progo dilakukan selama 14 hari mulai Senin (26/10) hingga Minggu (8/11).

Dirlantas Polda DIJ AKBP Iwan Saktiadi menjelaskan sebanyak 1.009 personel dikerahkan dalam operasi tahun ini. Operasi, mengusung konsep tindakan 40 persen preemtif, 40 persen preventif dan 20 persen penegakkan hukum yang dilaksanakan secara persuasif dan humanis.

Selain itu, operasi zebra progo ini juga bersamaan dengan momentum libur panjang. Sehingga, diprediksi Jogjakarta akan dibanjiri para wisatawan. ”Tentunya ada pengkhususnya operasi tahun ini, yang tidak ada di tahun sebelumnya yaitu dalam hal mencegah Covid-19,” jelasnya.

Iwan menyebut, operasi bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. “Yakni, dengan meningkatkan kesadaran para pengemudi atau pengguna jalan,” sambung dia. Masyarakat, tegasnya, diimbau mematuhi prokes saat menikmati libur panjang.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menambahkan, operasi ini tidak ada target tilang. Tindakan penegakkan hukum mengedepankan tindakan non yustisi atau teguran. Kecuali, pelanggaran kasat mata dan pelanggaran yang dapat menyebabkan terjadinya laka lantas dengan fatalitas tinggi.

”Seperti pelanggaran melawan arus, menggunakan strobo, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melanggara apill, dan sebaginya,” sebut Yulianto. (cr1/bah)

Sleman