RADAR JOGJA – Sebanyak 57 orang yang berhenti bekerja akibat putus hubungan kerja (PHK) akibat dampak Covid-19 mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sutiasih menjelaskan, data pekerja yang dirumahkan dan ter-PHK sejak 1 Maret sampai 31 Agustus 2020 mencapai 1.084 orang. Dengan rincian, pekerja dirumahkan  585 orang. Sedangkan pegawai ter-PHK 499 orang.

Dari jumlah tersebut,  131 orang di antaranya, diusulkan ke Disnaker Sleman untuk bisa mendapatkan BST. Data tersebut lantas diteruskan ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk dilakukan verifikasi dan validasi. “Total ada 57 orang yang lolos mendapatkan BST,” kata Sutiasih usai penyerahan BST kepada pekerja ter-PHKSleman di Pendapa Parasamya kemarin (26/10).

Data yang lolos, lanjut Sutiasih, telah memenuhi syarat penerima BST. Yakni warga Sleman aktif, dibuktikan dengannomor induk kependudukan (NIK). Mereka diusulkan oleh desa setempat ke Disnaker dengan lampiran foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), serta surat PHK atau pernyataan habis masa kontrak.

Dari 131 orang yang diusulkan mendapat BST, 108 memiliki NIK aktif dan 23 lainnya salah. Sedangkan 5 orang lainnya dinilai tidak layak. Sementara 46 orang lainnya tercatat sudah mendapatkan bantuan program lain dalam keluarganya.

Sutiasih berharap, ke depan akan ada BST tahap kedua. Untuk membantu masyarakat ter-PHK yang belum terdaftar BST maupun program bantuan lainnya. Serta mewadahi masyarakat yang ter-PHK pada September dan Oktober.”Semoga BST ini bisa meringankan beban pekerja yang telah ter-PHK karena dampak Covid-19,” tutur Sutiasih.

Di sisi lain, Disnaker juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terkait usulan jaminan kesehatan nasional (JKN) bagi masyarakat ter-PHK. Mengingat kepesertaan anggota BPJS Kesehatan bagi ter-PHK telah dihentikan oleh perusahaan.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, verifikasi dan validasi data bagi masyarakat ter-PHK terus dilakukan. Agar seluruh pekerja Sleman terdampak Covid-19 bisa mendapatkan BST. Namun tidak adawarga yang mendapatkan bantuan dobel dengan program serupa lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Eko Suhargono menyatakan, BST berupa uang tunai Rp 200 ribu yang disalurkan per bulan.”BST yang sudah cair baru yang September dan Oktober,” jelasnya.

BST disalurkan selama empat bulan. Pada September-Desember. Apabiladi tengah jalan penerima BST mendapatkan pekerjaan baru, maka bantuan tersebut akan langsung dihentikan. Jika tidak, maka dana bantuan itu wajib dikembalikan. Sesuai dengan jumlah bulan sejakpenerimanya mendapatkan pekerjaan baru. (*/eno/yog)

Sleman