RADAR JOGJA – Lonjakan wisatawan diprediksi terjadi pada libur panjang cuti bersama pekan ini. Agar tidak diiringi dengan meningkatkannya penularan Covid-19, diperlukan pengawasan ketat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) di setiap objek wisata. Salah satunya, antisipasi yang dilakukan oleh pengelola Tebing Breksi Sleman.

Ketua Pengelola Tebing Breksi Kholiq Widianto memprediksi meski terjadi lonjakatan, tetapi tidak seperti pada masa normal. Saat ini, pengunjung Tebing Breksi rata-rata 500 pengunjung per hari. ”Masih jauh seperti saat sebelum pandemi. Belum 20 persen,”
sebutnya Senin (26/10).

Namun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi, dengan meningkatkan pengamanan di titik-titik utama. Pihaknya akan meningkatkan petugas jaga seperti di spot foto di pos tiga. Petugas, akan memberi peringatan kepada para pengunjung agar tetap mengedepankan prokes.

Saat ini, jelasnya,wisatawan paling berkunjung ke Tebing Breksi berasal dari Jawa Tengah dan DIJ. Dalam melakukan pendataan, pengelola mendata pengunjung dengan aplikasi Visiting Jogja serta dengan data manual.

Pengelola akan terus meningkatkan prokes agar penularan Covid-19 bisa dicegah. Para pengunjung akan dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki kawasan wiswata. ”Jika lebih dari 37,3 derajat celsius akan kami suruh transit dulu,” ungkapnya.

Dijelaskan, pengelola juga telah menyusun beberapa SOP di titik-titik wisata Tebing Breksi. Seperti di area ticketing, musala, kuliner, wahana, dan sebagainya.

Sementara, Plt Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan, pihaknya menunggu arahan dari dinas pariwisata terkait pengamanan di wisata-wisata. “Baru akan kami diskusikan. Sambil menunggu arahan pimpinan satgas penangan Covid-19,” kata Susmiarto. (cr1/bah)

Sleman