RADAR JOGJA – Kiswanto, 39, ditetapkan sebagai tersangka pencurian ponsel milik pedagang baju di Sumberadi, Mlati. Tersangka adalah seorang residivis pada 2018, berhasil diringkus oleh Polsek Mlati pada Kamis (22/10) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi Cahyanto menjelaskan, pelaku pernah menjalani hukuman kurungan dari kasus serupa pada 2018. Yang mana, pelaku adalah residivis dari Lapas Pajangan, Bantul tahun 2018. “Kasusnya sama-sama mencuri ponsel,” jelas Dwi saat dihubungi wartawan Minggu (25/10).

Saat ini, pelaku berada di rumah tahanan Mapolsek Mlati usai dilakukan penangkapan pada Kamis lalu. Dari tindak pidana pencurian, pelaku terancam kurungan penjara selama lima tahun sesuai dalam pasal 362 KUHP.

Menurut Dwi, kronologi kejadian bermula saat korban bernama Desy, 23, bersiap membuka toko baju pada Kamis pagi pukul 08.50. Hanya, korban meninggalkan ponsel di dashboard motor. Saat itulah, tersangka datang ke toko Desy menggunakan sepeda motor dan memarkirkannya di samping motor Desy. “Memarkir kendaraannya di depan toko,” tambahnya.

Usai memarkirkan motornya di samping motor korban, tersangka langsung mengambil ponsel korban dari dashbord motornya. Namun, aksi tersangka diketahui oleh korban. Tersangka  kemudian bergegas kabur dengan motornya ke arah barat lantaran tidak ingin tertangkap. Hanya saja, korban yang melihat pelaku kabur, kemudian meneriakinya maling. Sehingga petugas yang sedang patroli bergegas mengejar pelaku. “Dikejar sampai Dusun Pundong 3 di Kalurahan Tirtoadi, Mlati,” ungkap Dwi.

Tersangka, tambah Dwi, adalah warga yang berdomisili di Kalurahan Nogotirto, Gamping. Saat penangkapan, polisi turut menyita kendaraan roda dua merk Honda Supra bernopol B-6157-SHI yang digunakan tersangka untuk melarikan diri. Serta satu unit ponsel curian dengan Oppo A1K berwarna hitam. (eno/bah)

Sleman