RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyatakan bahwa di Sleman ada tiga pondok pesantren (ponpes) yang terpapar Covid-19. Yakni, Ngaglik, Prambanan, dan juga Moyudan.  Namun, sebagian besar santrinya telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Kalau Prambanan sudah sembuh semua. Kalau yang Ngaglik data terakhir, Selasa (20/10) ada 86 yang sembuh,” kata Koordinator Data COVID-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Wirdasari Hasibuan, saat dikonfirmasi, Rabu (21/10).

Wirda sapaan akrabnya, mengatakan meskipun telah dinyatakan sembuh, para santri tetap diimbau untuk melakukan isolasi secara mandiri. Hal tersebut untuk memastikan bahwa keadaan mereka benar-benar sudah fit. “Untuk mengantisipasi terjadinya reinfeksi,” sambungnya.

Dikatakan, semula Dinkes Sleman mengadakan rapid diagnostic test (RDT) kepada 829 santri Ponpes Ngaglik. “Terdapat 188 reaktif dan dilakukan swab test pada yang reaktif ditemukan 135 kasus,” sebut dia.

Pada Senin (19/10) lalu, pasien atau santri sembuh di Ponpes Ngaglik terdapat 85 pasien sembuh. Untuk Ponpes Prambanan terdapat 21 orang kasus positif dan sudah sembuh semua. “Santri masih dilakukan dan semua sudah mengarah ke sembuh, Prambanan juga,” ungkap dia.

Wirda mengatakan, untuk kasus Covid-19 di Ponpes Ngaglik dan juga Prambanan sudah selesai. Saat ini, pihak Dinkes fokus pada kasus pasien positif di Ponpes Moyudan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan di ponpes-ponpes lain. Untuk, menghindari adanya penambahan kasus baru di klaster Ponpes Sleman.

Dia juga mengimbau, untuk lebih memperketat lagi protokol kesehatan yang ada di ponpes. Meskipun, protokol kesehatan telah diterapkan di masing-masing ponpes.

“Harus lebih diperketat. Satgas di ponpes berperan penting dalam hal itu,” ujar Joko. (cr1/bah)

Sleman