RADAR JOGJA  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman tetap akan memfasilitasi pemilih positif Covid-19. Nantinya, petugas Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan mendatangi mereka di tempat isolasi perawatan.

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi menjelaskan petugas KPPS akan dibekali dengan hazmat pada saat mendatangi pemilih yang positif. Baik yang tengah diisolasi di Asrama Haji atau rumah.”Itu tetap menjadi kewajiban kami untuk memfasilitasi pemilih walaupun yang bersangkutan positif ataupun masa isolasi,” jelas Trapsi Rabu (21/10).

Berkaitan dengan data pemilih yang positif Covid-19, KPU Sleman akan berkoordinasi dengan gugus tugas penanganan Covid-19. Saat ini, KPU Sleman masih melakukaan pendataan terkait jumlah pasien positif yang memiliki hak pilih. ”Data pasien ada di gugus tugas,” jelasnya.

Selain memfasilitasi pemilih positif Covid-19, bagi pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) juga akan dilakukan pengecekan suhu. Bagi meraka yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 akan ditempatkan di bilik khusus. Di TPS, petugas KPPS akan dilengkapi dengan alat pelingdung diri (APD) lengkap. ”Seluruh TPS akan disediakan hazmat bagi semua anggota KPPS,” kata Trapsi.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman Kareem Mustofa menuturkan, di masa pandemi pihaknya selalu memberikan pengertian kepada masyarakat. Penyelanggara Pilkada akan meneprakan protokol kesesehatan ketat di tiap TPS. Khususnya di wilayah zona merah.

Untuk zona perseberan Covid-19, lanjut Kareem, nantinya di-update jelang Pilkada. Hal tersebut untuk memetakan wilayah mana saja yang akan diterapkan prokes ketat. “Jadi zona merah penerapan prokes akan lebih ketat dibandingkan dengan zona kuning,” terangnya. (eno/bah)

Sleman