Kabupaten Sleman memiliki sekitar 42 ribu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dengan ribuan jenis produk yang dihasilkan. Seperti makanan/minuman, fesyen, handycraft, furnitur, batik, dan banyak lagi. Dengan slogan ”Borong Bareng”, Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis produk UMKM Bumi Sembada kembali akan menemukan pangsa pasar produktif.

RADAR JOGJA – SLOGAN ”Borong Bareng” diluncurkan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2020. Berbarengan pula dengan peresmian gedung baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman. Peluncuran slogan ”Borong Bareng” ditandai dengan penempelan stiker berlogo ”Borong Bareng” pada kemasan produk kerajinan dan makanan lokal Sleman oleh bupati dan jajarannya. Diikuti serentak di 17 lokasi kapanewon oleh 17 panewu se-Kabupaten Sleman, yang disiarkan secara daring.

Momentum itu menjadi semangat baru Pemerintah Kabupaten Sleman. Untuk mendongkrak kembali pasar produk UMKM, yang sempat mengalami keterpurukan karena goncangan pandemi Covid-19.

Sri Purnomo berharap, slogan ”Borong Bareng” bisa menjadi virus positif bagi masyarakat Sleman. Agar lebih tertarik lagi untuk memborong produk buatan daerah sendiri. Dengan begitu, geliat perekonomian masyarakat Sleman akan kembali bergairah. Sedangkan pelaku UMKM kembali bangkit dan kembali produktif menciptakan produk-produk yang berdaya saing tinggi. ”Mari kita berbondong-bondong memanfaatkan produk lokal,” imbaunya.

Dengan slogan ”Borong Bareng”, lanjut Sri Purnomo, hal terpentingnya supaya produk UMKM bisa mengundang minat masyarakat Sleman. Lalu dilarisi. Baru selanjutnya dipasarkan lebih luas lagi.

Plt Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Budiharjo menambahkan, slogan ”Borong Bareng” bertujuan mendorong calon buyer/konsumen/masyarakat agar lebih tertarik dan bangga dengan produk UMKM Sleman. Sekaligus sebagai media promosi terhadap seluruh produk UMKM Sleman.

Sebagaimana produk UMKM yang dipamerkan di Galeri Upakarti di lantai 1 gedung kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman. Juga produk-produk lokal khas Sleman yang tersaji secara online melalui website: slemanmart.id dan galeriupakarti.slemankab.go.id.

Slogan tersebut bisa dimanfaatkan oleh setiap instansi/badan/lembaga/komunitas dan pelaku usaha, serta masyarakat. Slogan dapat digunakan dan dicantumkan pada kemasan produk UMKM. Bisa juga dipakai sebagai materi kegiatan promosi produk UMKM. Serta untuk materi promosi produk UMKM lewat media cetak maupun audio visual.

Budiharjo menjelaskan, ”Borong” berarti berbondong-bondong memanfaatkan produkproduk khas Sleman. Sedangkan ”Bareng” bermakna bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produk lokal khas Sleman. Slogan ” orong Bareng” berwarna biru bermakna sebagai simbol stabil dan bisa diandalkan. Slogan ”Borong Bareng” telah didaftarkan HAKI pada 1 Oktober 2020 sebagai hak cipta milik Pemerintah Kabupaten Sleman. (*/yog/rg)

Sleman