RADAR JOGJA – Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan ada persiapan pengaturan lalu lintas selama aksi unjuk rasa ‘Jogja Memanggil’ oleh Aliansi Rakyat Bergerak (ARB). Fokus utama adalah tiga titik masuk menuju Bunderan UGM. Baik dari sisi timur, barat maupun selatan.

Walau begitu hingga berit ini ditulis rekayasa lalu lintas belum efektif. Terlihat masih dibukanya ketiga ruas jalan menuju Bunderan UGM. Arus lalu lintas masih terlihat normal hingga siang ini (20/10).

“Hanya pengaturan saja. Saat ini belum diperlukan pengalihan arus. Nanti dilihat situasi kondisinya,” jelasnya, Selasa (20/10).

Walau begitu tak menutup kemungkinan adanya penutupan jalan. Terlebih jika konsentrasi massa semakin menumpuk di Bunderan UGM. Arus lalulintas menuju titik ini akan dialihkan ke ruas jalan lainnya.

“Jika terpaksa saja, maka akan diberlakukan skema itu,” katanya.

Aksi Jogja Memanggil terpusat di Bunderan UGM. Fokus utama adalah pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja. Aksi ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Jokowi – Ma’aruf Amin.

Kabag Humas dan Protokol UGM Jogjakarta Iva Ariani tak mempermasalahkan mahasiswanya terlibat dalam aksi unjuk rasa. Asalkan tak melanggar norma dan aturan hukum yang berlaku. Selain itu juga memahami aspirasi yang diteriakan.

“Demo itu suatu bentuk perwujudan dari sistem demokrasi ya. Jadi tidak ada yang salah dengan demo dan menyampaikan pendapat. Sejauh demo itu sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi, tidak anarkis, menjaga kenyamanan dan keamanan semua,” ujarnya.

Iva juga berpesan agar aksi tidak menganggu pengguna jalan. Ini karena Bunderan UGM adalah akses publik. Terlebih titik ini menjadi perlintasan penting bagi warga dari berbagai wilayah.

“Saya yakin mahasiswa- mahasiswa khususnya dari UGM bisa menjaga semuanya dengan baik sehingga bisa menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat. Berharap juga tetap menerapkan prokes Covid-19 agar tak muncul kasus,” katanya. (dwi/tif)

Sleman